Virus Corona di Kaltim

Stok Oksigen di Kalimantan Timur tak Mencukupi, Memesan ke Luar Daerah

Hal tersebut dikarenakan kebutuhan oksigen lebih tinggi ketimbang produksi oksigen medis dalam Kalimantan Timur

Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Kadis Kesehatan Kaltim Padilah Mante Runa. TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pasokan oksigen di Kalimantan Timur mulai menipis.

Hal tersebut dikarenakan kebutuhan oksigen lebih tinggi ketimbang produksi oksigen medis dalam Kalimantan Timur.

Mengantisipasi hal tersebut, pemerintah Provinsi Kaltim berupa menyediakan pasokan oksigen.

Demikian dibeberkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kaltim dr. Padilah Mante Runa kepada TribunKaltim.co pada Minggu (1/8/2021).

Baca juga: Airlangga Pastikan Obat-obatan dan Oksigen untuk Luar Jawa-Bali Masih Aman

Dia menjelaskan, sebagai contoh, kebutuhan oksigen di Kota Bontang yang mencapai 40 ribu kubik per hari.

Sedangkan produksi oksigen di kota tersebut hanya 32 ribu kubik setiap hari.

"Misalnya Bontang itu, pabrik oksigen cuma bisa membuat 32 ribu kubik per hari, tidak cukup,” katanya.

Ia pun meminta ke perusahaan gas di Kalimantan Timur untuk menambah pasokan produksi.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kalimantan Timur, Sehari Hampir Capai 2 Ribu Kasus Covid-19

Namun pihak perusahaan pun mengaku tidak sanggup untuk meningkatkan jumlah produksi oksigen medis.

Karena itu satu-satunya opsi yang tersedia adalah dengan melakukan ekspansi keluar Kalimantan Timur untuk memenuhi kebutuhan oksigen di Benua Etam.

"Saya minta ke Sulsel dan Sultra juga buat oksigen," ucap Padilah Mante Runa.

Kebutuhan oksigen ini dikarenakan varian delta yang lebih cepat menyerang area pernapasan.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Samarinda, Jelang PPKM Level 4 Berakhir, Kasus Covid-19 Menurun

Salah satu cara mengobati pasien yang terpapar Covid-19 varian delta adalah terapi oksigen.

"Delta ini terapinya oksigen. Memang delta ini pusing kepala, sakit badan tiba-tiba sesak," katanya.

"Panasnya cuma meriang, tetapi tetap oksigen," ujarnya lagi.

Terakhir, ia terus mengimbau masyarakat untuk terus mengenakan masker ketika keluar rumah.

Hal tersebut dapat meminimalisir penularan Covid-19.

Baca juga: Aksi Kamisan Kalimantan Timur Kritisi Kebijakan Baru Vaksinasi Covid-19

"Jangan keuyuhan (capek) pakai masker," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved