Berita Berau Terkini

Viral Orangutan Masuk ke Areal Perusahaan Sawit di TaliSayan, Pencarian BKSDA Kaltim masih Nihil

Viral di media sosial kemunculan Orangutan di areal kebun salah satu perusahaan sawit di Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Capture Instagram @berauterkini
Penampakan orangutan di Berau Kalimantan Timur yang masuk di pekarangan perusahaan sawit. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Viral di media sosial belakangan ini kemunculan Orangutan di areal kebun salah satu perusahaan sawit di Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.

Meski demikian, keberadaan Orangutan tersebut kini tidak terlihat lagi.

Bahkan, tim Wildlife Rescue Unit (WRU) yang diturunkan SKW I Berau, BKSDA Kaltim, bersama Centre For Orangutan Protection (COP), juga tak menemukan ketika melakukan penyisiran di sekitar lokasi.

“Mulai pagi (kemarin), tim kita dibantu pihak perkebunan melakukan penelusuran di sekitar lokasi pertama kali terlihat, tapi belum ditemukan. Kalau jejaknya kemarin, itu ada,” kata Kepala SKW I BKSDA Kaltim, Dheny Mardiono, Senin (2/8/2021).

Meski belum ditemukan, tim WRU masih memiliki waktu hingga Selasa besok dalam mencari keberadaan Orangutan.

Baca juga: Orangutan Bernama Gisel Usai Direhabilitasi, Hutan Lindung Sungai Lesan Berau Jadi Rumah Barunya

Dia menjelaskan jenis Orangutan yang dilihat pekerja beberapa hari lalu, merupakan jenis Orangutan Kalimantan yang bernama ilmiah Pongo pygmaeus.

Menurut Dheny, jika Orangutan itu ditemukan akan dilakukan evakuasi ke pusat rehabilitasi orangutan di Kabupaten Berau.

Hal itu untuk menjaga agar satwa endemik kalimantan itu tetap terjaga dan tetap lestari.

“Mau tidak mau itu harus kita evakuasi. Namun, kami belum mengetahui selain orangutan itu, apakah masih ada lagi orangutan lainnya. Karena ini butuh penelitian lagi,” katanya.

Pihaknya juga sudah menyampaikan rencana evakuasi orangutan kepada manajemen Perusahaan tersebut, mengingat timnya memiliki waktu terbatas, pihaknya telah meminta bantuan pihak perusahaan, untuk mengamankan satwa tersebut jika kembali terlihat di areal perkebunan.

Baca juga: Lembaga Konservasi Orangutan Peduli Penanganan Pandemi Covid-19, Puskesmas di Muara Wahau Dibantu

Pihak perusahaan lanjut dia, juga sudah mengetahui bahwa orangutan merupakan satwa langka dan terancam punah dan dilindungi oleh undang-undang.

“Kami sudah arahkan, jika tim kami kembali ke Tanjung Redeb, dan orangutan itu muncul, dapat ditangkap dengan menggunakan jaring, selanjutnya diserahkan ke BKSDA Kaltim. Penangkapan menggunakan jaring agar tidak menyakiti orangutan itu,” jelasnya.

Diterangkannya, seharusnya orangutan tersebut masih berada di dalam hutan.

Mengapa bisa sampai masuk ke dalam areal perkebunan, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebabnya.

Ada banyak hal kata dia, yang membuat orangutan tersebut bisa sampai keluar hutan yang menjadi habitatnya.

Baca juga: Kali Pertama Muncul di Permukiman Warga Paser Kalimantan Timur, Habitat Orangutan Mulai Terganggu

Yakni, karena kekurangan makanan, atau terpisah dari kelompoknya karena ancaman predator.

“Itu bisa menjadi penyebabnya. Apalagi, macan dahan itu merupakan predator alami orangutan, dan di sana juga masih banyak. Jadi bukan karena lapar saja, banyak faktor yang mempengaruhinya,” terangnya.

Dirinya berharap, pencarian yang dilakukan tim WRU dapat membuahkan hasil, dan orangutan dapat dievakuasi.

“Semoga saja pencarian besok membuahkan hasil,” harapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved