Kamis, 14 Mei 2026

Virus Corona di Nunukan

Konsep Isolasi Terpadu Covid-19 di Nunukan Belum Bisa Diterapkan dalam Waktu Dekat

Rencana isolasi terpadu di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara sulit untuk diterapkan. 

Tayang:
Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS
PANDEMI CORONA - Kabag Humas dan Protokol Setkab Nunukan, Hasan Basri Mursali, menjelaskan, rencana isolasi terpadu di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara sulit untuk diterapkan.  Rabu (4/8/2021).  

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Rencana isolasi terpadu di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara sulit untuk diterapkan. 

Demikian dibeberikan oleh Kabag Humas dan Protokol Setkab Nunukan, Hasan Basri Mursali kepada TribunKaltim.co, Rabu (4/8/2021). 

Dia jelaskan, isolasi terpadu (Isoter) belum bisa diwujudkan dalam waktu dekat, lantaran prosesnya yang rumit.

Sebelumnya Bupati Nunukan Asmin Laura dalam sebuah acara talkshow terkait PPKM Level 4, mengatakan, pemerintah daerah rencana menggantikan Isolasi Mandiri (Isoman) dengan Isoter.

Baca juga: Jadwal Pencairan Bantuan Sosial Tunai Rp 300 Ribu per Keluarga di Nunukan

Hal itu dilakukan, lantaran banyaknya keluhan dari warga bahwa pasien Isoman keluyuran di fasilitas umum.

"Kalau soal Isoter itu memang kita rencanakan sebelumnya, tapi prosesnya panjang. Harus ada izin dari Menteri Kesehatan, kemudian tim teknis dari Kemenkes harus kesini ngecek kelayakan tempat Isoternya," kata Hasan Basri Mursali.

Bahkan, sampai sekarang, kata Hasan, pihaknya belum mendapatkan kepastian mengenai tempat yang bakal dijadikan lokasi Isoter.

"Sampai sekarang kami belum menemukan tempat yang cocok Isoter. Tempat yang cocok itu seperti Hotel Firdaus atau Hotel Laura. Kalau seperti rusunawa, khawatir bisa bercampur lagi dengan PMI," ucapnya.

Sehingga, saat ini untuk pasien yang tidak memiliki gejala atau gejala ringan cukup Isoman.

Sementara itu, pasien yang memiliki gejala mendapat perawatan intensif di RSUD dan Faskes lainnya.

"Kita fokus lakukan Isoman dan yang memiliki gejala dirawat di RSUD dan Faskes lainnya," ujarnya.

Menurutnya, selama penerapan PPKM Level 4 di Nunukan, tren positif Covid-19 di Nunukan masih mengalami peningkatan.

Kendati begitu, Hasan belum bisa beberkan efektivitas penerapan PPKM Level 4 di Nunukan.

"Kita belum bisa melihat efektivitas dari PPKM Level 4 ini karena butuh waktu. Dua minggu yang akan datang baru bisa terlihat efektif atau tidaknya. Tapi tingkat kesadaran masyarakat terhadap Prokes sudah mulai baik. Walaupun masih ada yang melanggar," tuturnya.

Baca juga: Bupati Nunukan Asmin Laura Akui Isolasi Mandiri Bagi Pasien Covid-19 tak Efektif

Hasan menjelaskan, di samping kasus lokal sampai saat ini sebagian kecil kasus positif Covid-19 di Nunukan masih bersumber dari penularan import.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved