Breaking News:

Kasus PCR Palsu di Samarinda

Surat Vaksin & Tes PCR Palsu di Samarinda Terungkap dari Petugas Avsec APT Pranoto, 1 ASN Ditangkap

Polisi sudah menangkap 9 orang yang diduga terkait kasus pemalsuan surat vaksin dan tes PCR di Samarinda.

TribunKaltim.co/Nevrianto Hardi Prasetyo
SURAT VAKSIN DAN PCR PALSU- Wakapolresta Samarinda, AKBP Eko Budiarto, Kabagops Polresta  Samarinda Kompol Andi Suryadi, pihak Polresta merilis kasus vaksin  dan PCR palsu  dilakukan 9 tersangka beserta  barang bukti  di Mapolresta Samarinda Jalan Slamet Riyadi Kota Samarinda Kalimantan Timur, Rabu (4/7/2021) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Surat vaksin dan surat tes PCR palsu kembali ditemukan.

Setelah terjadi di Balikpapan, kini kejadian serupa juga terjadi di Samarinda.

Polisi sudah menangkap 9 orang yang diduga terkait kasus pemalsuan surat vaksin dan tes PCR itu.

Baca juga: Tuding Oknum Intelektual, Palsukan Surat PCR di Balikpapan Dinilai Cederai Moralitas

Awal kasus ini terungkap ketika petugas Avsec Bandara APT Pranoto mencurigai surat yang dibawa oleh seseorang yang akan keluar dari Samarinda.

Jajaran Polresta Samarinda berhasil mengamankan sembilan pelaku pemalsu surat vaksinasi dan hasil negatif tes Polymerase Chain Reaction (PCR). 

Tes PCR yang merupakan metode pemeriksaan virus Covid-19 dengan mendeteksi DNA dalam tubuh kini menjadi syarat wajib pelaku perjalanan untuk keluar kota.

Ditambah lagi adanya surat wajib vaksinasi yang diberlakukan sesuai dengan surat edaran Instruksi Mendagri Nomor 28 Tahun 2021, dan Dirjen Perhubungan Udara terbaru. 

"Kami telah berhasil mengungkap perbuatan melawan hukum, yakni pemalsuan surat vaksinasi dan tes PCR, tepatnya pada Kamis, 29 juli 2021," ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Waka Polresta Samarinda AKBP Eko Budiarto saat pers rilis, Rabu (4/8/2021) .

Baca juga: Pelaku Beroperasi Sebulan Terakhir, Sudah Puluhan Orang Lolos dari Balikpapan Pakai PCR Palsu

Awal mula diketahui bahwa surat vaksinasi dan tes PCR palsu ini, ketika adanya seseorang hendak melakukan perjalanan.

"Ada seseorang akan melakukan perjalanan ke Surabaya tanpa melakukan prosedur yang benar. Petugas avsec (Bandara APT Pranoto) yang memeriksa mengetahui (jika palsu) saat melakukan pengecekan vaksin dan PCR," ucap AKBP Eko Budiarto.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved