Berita Nasional Terkini

BABAK Baru Sumbangan Rp 2 T Akidi Tio, Mabes Polri Turun Tangan hingga Pelaku Bisa Dijerat UU ITE

Bilyet giro itu kemudian coba dicairkan oleh pihak penyidik pada 2 Agustus 2021 lalu namun salda yang ada tidak cukup Rp 2 Triliun.

Editor: Ikbal Nurkarim
Dok. Divisi Humas Polri
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono (tengah) di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2020).(Dok. Divisi Humas Polri) turut memberi keterangan terkait sumbangan Rp 2 triliun keluarga Akidi Tio untuk pengangan Covid-19 di Sumsesl. 

TRIBUNKALTIM.CO - Polemik sumbangan Rp 2 Triliun keluarga Akidi Tio untuk penanganan Covid-19 di Sumsel kini berbuntut panjang.

Markas besar kepolisian RI membenarkan dana hibah Rp 2 triliun dari keluarga almarhum Akidi Tio tidak ada.

Hal tersebut berdasarkan pemeriksaan sementara berbagai pihak terkait.

Meski sebelumnya keluarga almarhum Akidi Tio memberikan bilyet giro pada 29 Juli 2021 lalu.

Baca juga: Mabes Polri Selidiki Kasus Donasi Rp 2 Triliun Akidi Tio, Kapolda Sumsel Diperiksa, Bakal Dimutasi?

Namun Bilyet giro itu kemudian coba dicairkan oleh pihak penyidik pada 2 Agustus 2021 lalu namun salda yang ada tidak cukup Rp 2 Triliun.

Hal itu dikatakan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono dilansir dari Tribunnews.com dengan judul artikel Bilyet Giro yang Bisa Dicairkan Tak Sampai Rp 2 T, Bantuan Covid-19 Rp 2 Triliun Diduga Bodong

Pihak bank menyatakan saldo yang ada tidak mencukupi, karena nilai saldonya tak sampai Rp 2 triliun. Namun tidak dijelaskan rincian saldo yang dimiliki oleh keluarga almarhum Akidi Tio.

"Bilyet Giro tersebut dikliring penyidik ke bank dengan yang bersangkutan. Kita melakukan kliring atau ingin mengambil dana tersebut," ujar Argo Yuwono.

"Ternyata dari bank itu memberikan keterangan bahwa saldo tidak mencukupi," kata Argo dalam jumpa pers virtual, Rabu (4/8/2021).

Atas dasar itu, kata Argo, pihaknya juga tengah akan melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Termasuk, motif keluarga almarhum Akidi Tio yang menjanjikan dana hibah Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan.

"Dengan adanya saldo tak mencukupi tentunya penyidik melakukan penyelidikan terhadap peristiwa ini dan kemudian nanti penyidik akan mencari apakah motifnya dan apakah maksudnya kepada yang terkait untuk menyumbang penanganan Covid di Sumsel," jelasnya.

Baca juga: Jusuf Kalla Merasa Tidak Tertipu Kasus Prank Sumbangan Akidi Tio, Makin Dibahas Makin Salah

Sejauh ini, pihaknya telah memeriksa 5 orang sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Mabes Polri juga telah menurunkan tim Irwasum dan Propam Mabes Polri untuk memeriksa Kapolda Sumatera Selatan Irjen Eko Indra Heri.

Sebagai informasi, kasus ini bermula saat Polda Sumsel mendapat bantuan dana penanggulangan Covid-19 sebesar Rp 2 Triliun pada Senin, 26 Juli 2021 lalu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved