Virus Corona di Berau
Selama PPKM Level 4, PLN Berau Beber Ada Perubahan Beban Puncak Siang dan Malam
PT PLN (Persero) Cabang Berau mencatat, terdapat perubahan beban puncak seiring adanya PPKM level 4
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - PT PLN (Persero) Cabang Berau mencatat, terdapat perubahan beban puncak seiring adanya PPKM level 4 di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.
Manajer PLN UP3 Berau, Eko Hadi Pranoto, mengungkapkan hal itu seperti adanya beban puncak yang berubah, kendati hampir 90 persen penggunaan listrik di Berau didominasi kelas rumah tangga.
Sesuai data PT PLN (Persero) Cabang Berau, mencatat di 2020 rata-rata beban puncak pagi mencapai 23.500 KW, sedangkan beban puncak di malam hari yakni 27.500 KW.
Kemudian, beban puncak di 2021 siang hari meningkat menjadi 24.000 KW, begitu juga dengan beban puncak di malam hari meningkat menjadi 27.700 KW. Adapun pihaknya mencatat beban puncak di siang hari saat PPKM Level 4 ikut berubah yakni menjadi 24.700 KW dan perubahan juga terjadi pada malam hari sebesar 27.900 KW.
Baca juga: Anak-anak Terpapar Covid-19 di Berau Mayoritas Berasal dari Kawasan Klaster Keluarga
“Ya bisa kita artikan bahwa selama PPKM Level 4, memang ada perubahan pemakaian, dan masyarakat cenderung berada di rumah saja,” ungkapnya kepada TribunKaltim.co, Minggu (8/8/2021).
Kendati demikian, beban puncak juga bisa berpengaruh pada peningkatan jumlah pelanggan. Menurut Eko, ada hal yang menarik dengan pemakaian listrik di wilayah Kabupaten Berau, yakni turun dan meningkatnya tidak begitu terlalu signifikan.
Karakteristik atau komposisi pelanggan Berau, 90 persen berasal dari rumah tangga, sedangkan 10 persen sisanya diikuti oleh industri. Sebab itu, pengaruhnya pada industri tidak terlalu berdampak ketika ada penerapan PPKM level 4, yang sebagian masyarakat diharuskan untuk Work From Home.
Menurut Eko, seharusnya beban puncak pada malam hari bisa sangat turun, lantaran seperti usaha rumah makan, kafe, pedagang kecil yang hanya beroperasi hingga pukul 21.00 Wita, bisa sangat mempengaruhi. Tetapi, pihaknya mencatat adanya kenaikan.
“Kalau siang hari maupun malam hari, orang-orang kan biasanya kebiasaan menyalakan beberapa peralatan elektronik, jadi akan ada peningkatan disitu,” jelasnya.
Baca juga: Warga Keluhkan Pemadaman Listrik Saat PPKM Darurat, PLN Berau Klaim Jadwal Sesuai Beban Daya
Namun, angka rerata beban puncak malam dan siang dapat berubah juga setelah bandara mengurangi jam operasionalnya. Selain itu, beban puncak juga dapat dipengaruhi oleh cuaca.
“Daerah wisata juga tentu ada perubahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Eko mengakui adanya kenaikan hingga mempengaruhi terhadap omzet per bulan, kendati tidak begitu signifikan. Apalagi tarif untuk industri dan rumah tangga berbeda rupiah per kwh. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ketersediaan-daya-dalam-ppkm-level-4-di-berau.jpg)