Breaking News:

Berita Pemkab Mahakam Ulu

Ikuti Kick Off Meeting AMPL Se-Kaltim, Sekda Harapkan Sinergitas Pendanaan

Dalam upaya percepatan pembangunan sanitasi permukiman di Provinsi Kaltim pada tahun 2021, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mahakam Ulu

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas Pemkab Mahulu
Sekda Mahulu Stephanus Madang saat mengikuti Kick Off Meeting AMPL secara virtual. Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Solman, Sekretaris DLH Irawan Sanjaya, Sekretaris DP2KB Irenius Daleq Ding, Kassubid Prasarana Wilayah Bappelitbangda Dhespy Tandi, serta Kabid CK PUPR Ronaldus Yen. 

TRIBUNKALTIM.CO - Dalam upaya percepatan pembangunan sanitasi permukiman di Provinsi Kaltim pada tahun 2021, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) Stephanus Madang mengikuti Kick Off Meeting Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) secara virtual.

Kick Off Meeting AMPL 2021 ini mengangkat tema "Mengarustamakan Target Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Nasional di Provinsi Kaltim ke Dalam Dokumen RPJMD Kabupaten/Kota Tahun 2021-2024".

Pertemuan yang dipimpin Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim Muhammad Sa’bani dan diikuti seluruh sekda, kepala Dinas PUPR, kepala Dinas LH, dan kepala Dinas Kesehatan se-Kaltim.

Baca juga: Tekan Angka Kasus Covid-19, Pemkab Mahulu Perketat Arus Orang yang Keluar dan Masuk

Dalam sambutannya, Sekprov Sa’bani mengatakan, penyediaan akses air minum dan sanitasi merupakan program prioritas.

Dibutuhkan strategi dalam upaya pencapaian target plafon anggaran sementara (PPAS).

Salah satunya melakukan pembaruan baseline data, target dan capaian kinerja kabupaten/kota.

"Inovasi daerah tentu terus perlu kita kembangkan, tadi potensi-potensi yang bisa dimanfaatkan sehingga dapat membantu untuk mencapai target,” kata Sekda.

Ia mengatakan, diperlukan dukungan dan komitmen pemerintah kabupaten/kota dalam upaya pencapaian target nasional di bidang AMPL yang tertuang dalam dokumen RPJMN kabupaten/kota 2021-2024.

Sekda Mahulu Stephanus Madang mengatakan, Kick Off Meeting AMPL merupakan salah satu langkah yang bagus.

Artinya dibangun komunikasi dengan daerah kabupaten/kota, baik terhadap kesepakatan mengenai baseline data maupun wacana-wacana program kegiatan ke depan.

"Kenapa saya menyampaikan kesepakatan tersebut? Saya menyadari komunikasi itu belum begitu bagus  dibangun. Artinya dalam penanganan air bersih penanganan persampahan ini. Dari segi kewanangan kabupaten/kota provinsi itu ada, alangkah baiknya seperti yang saya sarankan tadi kita duduk bersama. APBN membuat apa dengan dana berapa, provinsi membuat apa dengan dana berapa, dan kabupaten membuat apa dengan dana berapa," kata Sekda.

Baca juga: Pemkab Mahulu Dukung Kajian Hidrologi dan Kehati DAS Mahakam

Ia menambahkan, sesuai dengan kemampuan supaya tidak overlapping, maka perlu dirancang dengan baik.

Untuk mencapai target itu, berapa lama waktu yang  dibutuhkan  dan berapa dana yang diperlukan.

"Sehingga pada 2024 nanti, apa yang direncanakan ini betul-betul bisa terwujud. Tentu dengan sinergitas kolaborasi pendanaan dari berbagai sumber tadi. Tapi provinsi tadi menjanjikan mereka akan melakukan pemetaan dan mewujudkan untuk bisa duduk bersama," tuturnya.

Turut hadir mengikuti zoom meeting dari ruang sekda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Solman, Sekretaris DLH Irawan Sanjaya, Sekretaris DP2KB Irenius Daleq Ding, Kassubid Prasarana Wilayah Bappelitbangda Dhespy Tandi, serta Kabid CK PUPR Ronaldus Yen. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved