Lawan Covid19
Kaltim Berkontribusi Besar terhadap Kasus Aktif Nasional, Satgas Covid-19 Beber Pentingnya PPKM
Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) disebut berkontribusi besar terhadap kasus aktif nasional Covid-19.
TRIBUNKALTIM.CO - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) disebut berkontribusi besar terhadap kasus aktif nasional Covid-19.
Menurut Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi, Kaltim masuk dalam daftar lima provinsi di luar Jawa-Bali yang mengalami kenaikan kasus signifikan.
Atas dasar itulah pemerintah mengambil kebijakan tetap memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kalimantan Timur.
Ada 5 daerah di Kaltim yang diberlakukan PPKM Level 4 selama dua pekan (10-23 Agustus 2021).
Lima daerah tersebut adalah Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Paser.
Baca juga: 5 Daerah di Kalimantan Timur Diperpanjang PPKM Level 4 hingga 23 Agustus 2021, Ini Daftarnya
Sonny mengatakan, secara nasional kasus aktif Covid-19 terjadi penuruan.
Meski begitu, ia menyoroti adanya lima provinsi di luar Pulau Jawa-Bali khususnya di Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Papua, Sumatera Barat dan Riau yang mengalami kenaikan kasus aktif.
"Kenaikan kasus aktif yang cukup tinggi dan berkontribusi besar terhadap kasus aktif nasional," jelas Sonny dalam dialog terkait Kabar Terbaru Perkembangan PPKM melalui siaran kanal YouTube FMB9ID_IKP, Selasa (10/8/2021).
Sonny menegaskan bahwa penerapan PPKM justru sangat efektif dalam menekan penularan Covid-19.
Bahkan, berkat penerapan PPKM pula terjadi peningkatan disiplin protokol kesehatan di masyarakat.
"(PPKM,red) sangat efektif, jelas. Karena terbukti bahwa kasus aktif kita turun. Terus kemudian, positif rate juga mulai turun. Kemudian, melihat bahwa terjadi peningkatan kepatuhan protokol kesehatan masyarakat," kata Sonny.
Baca juga: Keluarkan Ingub PPKM Level 4, Gubernur Isran Noor Larang Gelar Resepsi Pernikahan
Sonny menjelaskan, Satgas Penanganan Covid-19 mengamati secara realtime dari waktu ke waktu sejak PPKM diberlakukan tanggal 3 Juli 2021 hingga data kemarin, kepatuhan protokol kesehatan meningkat signifikan.
Terutama dalam 2-3 minggu terakhir.
"Dan harapannya memang setelah 2-3 minggu terjadi kenaikan kepatuhan masyarakat untuk menjalankan prokes akan berdampak pada penurunan. Jadi harapan kita minggu-minggu depan ini bisa terus turun kasusnya," ucap Sonny.
Tak hanya itu, penerapan PPKM di seluruh wilayah juga berdampak pada penurunan tingkat penggunaan tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit (RS).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sonny-harry-b-harmadi-sebut-kaltim-mengalami-kenaikan-kasus-signifikan.jpg)