Virus Corona di Penajam
Pelimpahan Jenazah Covid-19 di Desa, Banyak Ketua RT Daerah Penajam Paser Utara Mengeluh
Sejak bulan lalu, pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah melimpahkan prosesi pemakaman jenazah terpapar Covid-19.
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Sejak bulan lalu, pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah melimpahkan prosesi pemakaman jenazah terpapar Covid-19 di desa atau kelurahan masing-masing.
Sebelumnya, sejak awal pandemi Covid-19, jenazah pasien terpapar Covid-19 diwajibkan dimakamkan di pemakaman terpadu di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam.
Kini tidak lagi, tapi langsung diserahkan ke tempat pemakaman desa atau kelurahan.
Namun, terkait hal tersebut, beberapa lurah bahkan ketua RT banyak yang mengeluhkan terhadap kebijakan tersebut.
Baca juga: UPDATE Virus Corona di Penajam Paser Utara, 2 Hari Angka Kematian karena Covid-19 Capai 7 Kasus
Keluhan dari beberapa lurah maupun ketua RT tersebut disampaikannya dalam kegiatan resap aspirasi (reses) yang dilakukan Anggota DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Dapil Penajam, Syarifuddin HR pada masa persidangan III di Kelurahan Penajam beberapa hari lalu.
Syarifuddin mengatakan, para ketua RT dan kelurahan setempat merasa keteteran dengan proses penanganan pemakaman jenazah Covid-19.
"Mereka keteteran, karena di tingkat kelurahan belum ada tim yang dibentuk khusus untuk penanganan penguburan jenazah Covid-19," ujar Syarifuddin, Jumat (13/8/2021).
Mereka cerita ke dirinya, pernah kejadian di Kelurahan Penajam, mereka saling tunjuk menunjuk untuk tangani jenazah Covid-19.
Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di Penajam Paser Utara Bakal Digelar, Usai Pelajar Divaksin Covid-19
"Akhirnya sampai lurah dan Bhabinsa yang menggali kubur," ujarnya.
Anggaran jadi Alasan
Dikatakan Syarifuddin, permasalahan anggaranlah menjadi faktor utama yang dikeluhkan dari masyarakat setempat.
Sebab mereka tidak mempunyai alokasi anggaran khusus untuk penanganan jenazah Covid-19.
"Selain itu yang dikeluhkan, pelayat dari pihak keluarga juta tidak mematuhi prokes, selain itu jarang yang memanggil penggali kubur karena takut terpapar Covid-19," ujarnya.
Selain dari persoalan penanganan pemakaman Covid-19, masyarakat setempat juga mengeluhkan infrastuktur di wilayah tersebut.
Baca juga: Penjelasan Kepala BKPSDM soal Peserta CPNS Pemkab Penajam Paser Utara Positif Covid-19
Syarifuddin berharap, pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, dapat menyelesaikan persoalan terkait dengan pelimpahan pemakaman jenazah tersebut.
"Keluhan seperti ini harus dicarikan solusinya, meskipun ini sudah termasuk kebijakan pusat," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ketua-rt-di-penajam-paser-utara-mengeluh.jpg)