Berita Bulungan Terkini
Beras Petani Lokal Bulungan Sulit Terserap, Ini Langkah Bupati Syarwani
Petani padi di Kabupaten Bulungan kerap mengeluhkan sulitnya memasarkan hasil produksi.
Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR– Petani padi di Kabupaten Bulungan kerap mengeluhkan sulitnya memasarkan hasil produksi.
Kendati memiliki lahan yang luas dan hasil produksi gabah atau beras yang cukup banyak, petani lebih memilih untuk menanam dan memanen padi sekali tiap tahunnya, guna menghindar diri dari kerugian.
Menurut salah seorang pengusaha beras asal Sajau Hilir Tanjung Palas Timur, Ismail Mattalitti, keluhan petani tersebut menjadi alasan dirinya kemudian berusaha melakukan pemasaran beras lokal yang diberi nama Beras Kaltara.
Hanya dengan pengemasan yang baik dan kualitas beras yang dapat bersaing dengan beras lainnya, merk Beras Kaltara dapat diterima masyarakat di Tanjung Selor.
“Saya melihat banyak hasil pertanian yang tidak terkelola, lalu saya kelola dan beri nama Beras Kaltara, saya ingin produk ini bisa diterima oleh masyarakat agar bisa dipasarkan, dan Alhamdulillah ini diterima masyarakat,” kata Ismail Mattalitti.
Baca juga: Baliho Puan Maharani Mulai Marak di Bulungan, Begini Penjelasan PDIP Kaltara
Menanggapi problem tersebut, Bupati Bulungan Syarwani mengaku telah melakukan berbagai langkah agar beras hasil produksi petani lokal dapat diserap di pasaran.
Salah satunya dengan mewajibkan ASN di lingkungan Pemkab Bulungan untuk membeli beras lokal, hingga merangkul pihak swasta untuk dapat berkontribusi dalam pembelian beras lokal Bulungan.
Hal ini diungkapkan Bupati Bulungan Syarwani dalam Talkshow Virtual bersama TribunKaltara.com bertajuk Wujudkan Bulungan Daulat Pangan dan Sejahtera, Senin (16/8/2021).
“Di Bulan Oktober ini kita wajibkan ASN untuk membeli beras petani 10 Kilogram, ini dananya kita ambil dari TPP pegawai yang kita alihkan dalam bentuk beras,” kata Bupati Bulungan Syarwani.
Menurutnya, dengan dikonsumsi oleh ASN, setidaknya dapat membantu penyerapan beras asal petani lokal di Bulugan.
“Ketika kita belum maksimal memasarkan, minimal beras lokal kita dikonsumsi oleh ASN kita,” tambahnya.
Tak hanya itu, di masa pandemi Covid-19, Pemkab Bulungan juga bekerja sama dengan pengusaha dan swasta untuk terlibat dalam pemberian bantuan sembako bagi warga Bulungan yang tengah menjani Isoman.
Salah satu bentuk dari sembako ialah penggunaan beras lokal seperti merk Beras Kaltara dan Beras Enggang.
“Kita juga merangkul para pengusaha untuk berkontribusi dan bersolidaritas dalam rangka membantu saudara kita yang Isoman, kita programkan pemberian bantuan sembako dan bentuknya bantuan beras dari para petani kita,” ujarnya.
Baca juga: Polres Bulungan Kebagian 10.000 Dosis Vaksin Sinopharm
“Jadi di sisi lain kita membantu saudara kita dan di sisi lain juga kita menyerap produksi beras lokal petani kita, dan ini cukup berhasil, kita lihat sekarang di Posko BPBD sudah banyak yang membantu penyediaan pemberian bantuan beras lokal,” tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/narasumber-dalam-talkshow-09.jpg)