Berita Viral
Reaksi Dokter Tirta Lihat Karni Ilyas Belum Move On dengan Acara ILC, 'Gara-gara Dia Terus Teriak'
Dokter Tirta Mandira Hudhi tak kuasa menahan tawa melihat tingkah Karni Ilyas yang belum bisa move on dengan acara Indonesia Lawyers Club atau ILC.
Penulis: Syaiful Syafar | Editor: Syaiful Syafar
Di channel tersebut, Karni Ilyas banyak mengundang tokoh-tokoh penting yang diwawancarainya secara eksklusif.
Baca juga: Ke Karni Ilyas, Din Syamsuddin Duga Permintaan Kritik Hanya Basa-Basi Jokowi, Indikatornya Dibongkar
Beberapa waktu lalu, Dokter Tirta juga tampil di acara Karni Ilyas Club.
Pada acara Karni Ilyas Club yang dipublish 16 Juli 2021, Dokter Tirta mengkritik kebijakan pemerintah soal Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.
Menurut Dokter Tirta, kebijakan PPKM yang sudah diterapkan sejak tahun lalu dinilai tidak efektif.
Meski berganti-ganti nama mulai dari PSBB, lalu PSBB transisi, new normal, PPKM biasa, PPKM yang diperlonggar, sampai PPKM darurat.
"Janjinya pada waktu itu kan dari 3 Juli sampai sekarang adalah kalau PPKM darurat itu akan mengontrol mobilitas 20 persen, itu statementnya pak Luhut dan sekaligus mengontrol angka pertambahan positif di atas 10.000.
"Tapi yang terjadi sekarang kan kita lihat angka positifnya semakin meroket dan belum tahu batas akhirnya di mana," ujar Dokter Tirta.
Baca juga: Benarkah Semua Penyakit Masuk Rumah Sakit Pasti Dicovidkan? Dokter Tirta Beri Jawaban
Di sisi lain, menurut pria yang akrab disapa Cipeng ini, angka kematian meningkat tapi juga keluhan di masyarakat bagian bawah juga meningkat.
"Jadi harusnya dari teman-teman terutama Pak Luhut, ya harus menerima kritikan dari masyarakat, "Kok bisa sih nggak efektif, kalau memang nggak efektif ya seharusnya kita mencari yang efektif"," ujarnya.
Lebih lanjut, Dokter Tirta menjelaskan, tidak ada jaminan angka positif pasien Covid-19 akan terus naik atau turun jika PPKM terus dilanjutkan.
"Harusnya dicoba solusi yang lain, mungkin kita bisa mencoba solusi Amerika yang dia memberikan vaksin tapi kontra reward, boleh ini, boleh itu, tapi di vaksinnya itu salah satunya," jelasnya.
Baca juga: Dokter Tirta Curiga dr Lois Owien Cuma Mengaku-ngaku Dokter, Ditanya Pendidikan Jawabannya Ngelantur
Kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia, kata Dokter Tirta, juga tak bisa dihindari mengingat jumlah penduduk Indonesia sangat banyak.
Sama seperti penduduk India, China, bahkan Amerika.
"Jadi kalau diteruskan kayak gini, yang dikhawatirkan adalah gesekan antara konflik orang kaya dan orang miskin.
"Karena PPKM akan efektif kalau warga itu mendapatkan haknya sesuai dengan UU Karantina, tapi kan nyatanya UU Karantina tidak diaktifkan sehingga warga yang terjebak tiga minggu di rumah ini gak bisa makan, kecuali PNS atau warga yang mendapatkan gaji bulanan," pungkasnya.