Berita Viral

Reaksi Dokter Tirta Lihat Karni Ilyas Belum Move On dengan Acara ILC, 'Gara-gara Dia Terus Teriak'

Dokter Tirta Mandira Hudhi tak kuasa menahan tawa melihat tingkah Karni Ilyas yang belum bisa move on dengan acara Indonesia Lawyers Club atau ILC.

Penulis: Syaiful Syafar | Editor: Syaiful Syafar
Kolase Instagram @dr.tirta | Tribunnews.com
Foto kolase Dokter Tirta Mandira Hudhi dan Karni Ilyas. Baru-baru ini, Dokter Tirta tak kuasa menahan tawa melihat tingkah Karni Ilyas yang belum bisa move on dengan acara Indonesia Lawyers Club (ILC). 

Selengkapnya tonton di sini:

Soroti Angka Kematian Dihapus

Sebelumnya, Dokter Tirta juga pernah menyoroti terkait keputusan pemerintah menghapus angka kematian dari indikator penanganan Covid-19.

Dokter Tirta melontarkan kritikannya lewat akun Twitter-nya, @tirta_hudhi, pada Selasa (10/8/2021).

Dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel berjudul Luhut Hapus Angka Kematian Covid-19, Epidemiolog Sebut Berbahaya: Bisa Salah Strategi dan Ekspektasi, Dokter Tirta menyayangkan keputusan pemerintah untuk menghapus kematian dari indikator penanganan Covid.

Menurutnya, perbaikan data kematian bisa disegera dilakukan tanpa harus menghapusnya.

"Kalo ada telat input data kematian, perbaiki kondisi lapangannya, biar input data cepet ga rapel an."

"Bukan malah delete angka kematian dari indikator."

"Apakah sesusah itu merapikan data? Makanya : delete saja?" tulis Dokter Tirta.

Baca juga: Air Kelapa Bisa Sembuhkan Pasien Isoman? Penjelasan Dr Tirta & Tips Percepat Penyembuhan Covid-19

Diketahui, pemerintah menghapus angka kematian dari indikator pengendalian atau penanganan Covid-19.

Hal itu karena ditemukannya kesalahan dalam menginput data yang menyebabkan akumulasi kasus kematian pada beberapa minggu sebelumnya.

Dihapusnya angka kematian dari indikator itu membuat 26 kota dan kabupaten mengalami penurunan level PPKM, dari level 4 menjadi 3.

"PPKM Level 4 dan 3 yang dilakukan pada tanggal 10 sampai 16 Agustus 2021 nanti, terdapat 26 kota atau kabupaten yang turun dari Level 4 ke Level 3."

"Evaluasi tersebut kami lakukan dengan mengeluarkan indikator kematian dalam penilaian karena kami temukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang. Sehingga menimbulkan distorsi dalam penilaian," jelas Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/8/2021).

Baca juga: Kritik Ernest Prakasa hingga dr Tirta, Akun Setneg Unggah Foto Jokowi Jadi Saksi Nikah Atta & Aurel

Luhut mengatakan, pihaknya akan terus berusaha memperbaiki data kasus Covid-19 agar dapat terintegrasi.

Selain itu, pihaknya juga akan memperbaiki aplikasi Silacak.

"Menyangkut ini, kami sekarang terus bekerja keras untuk mengharmonisasi data. Dengan itu juga memperbaiki Silacak," ucap Luhut. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved