Berita Nasional Terkini

REAKSI Istana Menyoal Mural Viral Mirip Jokowi '404 Not Found' Moeldoko Sebut Presiden Orangtua Kita

Menanggapi kritikan yang disampaikan masyarakat, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pun angkat bicara.

Editor: Ikbal Nurkarim
ISTIMEWA via TRIBUN TIMUR
Presiden Jokowi dan Moeldoko, Kepala Staf Presiden Moeldoko menanggapi viralnya seni mural mirip Jokowi yang kini telah di hapus. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kritikan yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo belakangan jadi perbincangan.

Beragam cara dilakukan seumlah orang dalam menyampaikan kritik.

Terbaru muncul karya seni mural bergambar mirip Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bertuliskan "404 Not Found"

Sontak mural tersebut sempat trending di media sosial Twitter, meski tak lama viral mural tesebut kemudian dihapus.

Baca juga: LINK Live Streaming Mata Najwa Malam Ini, Mural Jokowi Viral jadi Bahasan di Spesial Kemerdekaan

Menanggapi kritikan yang disampaikan masyarakat, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko pun angkat bicara.

Dilansir dari Kompas.com, Moeldoko meminta masyarakat tak menyampaikan kritik secara sembarangan kepada Presiden Joko Widodo.

Bagaimanapun, presiden merupakan orangtua bagi rakyat yang wajib dihormati.

Hal itu Moeldoko sampaikan merespons persoalan mural mirip Presiden Joko Widodo yang kemudian dihapus.

Penghapusan mural tersebut menuai polemik.

"Karena apa pun presiden adalah orangtua kita, yang perlu, sekali lagi perlu, dan sangat perlu untuk kita hormati," kata Moeldoko di kantor staf presiden, Jakarta, Rabu (18/8/2021).

"Jangan sembarangan berbicara, jangan sembarangan menyatakan sesuatu dalam bentuk kalimat atau dalam bentuk gambar," ucap dia.

Mural Presiden Jokowi bertuliskan 404:Not Found di Batuceper, Kota Tangerang, Banten telah dihapus polisi tetap buru pelaku.
Mural Presiden Jokowi bertuliskan 404:Not Found di Batuceper, Kota Tangerang, Banten telah dihapus polisi tetap buru pelaku. (ISTIMEWA/ Tribunnews.com)

Baca juga: Tema Mata Najwa Malam Ini, Spesial Kemerdekaan, Mural Jokowi jadi Bahasan

Moeldoko mengatakan, sedari awal presiden selalu menyampaikan bahwa dia sangat terbuka dan tak pernah dipusingkan oleh kritik.

Namun, Jokowi juga menyatakan bahwa kritik harus sesuai dengan adat budaya ketimuran.

Oleh karena itu, kata Moeldoko, mengkritik harus beradab, sesuai dengan tata krama, dan kultur yang dianut bangsa.

"Bukan hanya selalu berbicara antikritik, antikritik. Cobalah lihat cara-cara mengkritiknya itu," ucap Moeldoko.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved