Mata Najwa

Curhat Seniman Mural di Mata Najwa soal Gambar Mirip Jokowi '404: Not Found' yang Dipolisikan

Pekerja seni mural buka suara di acara Mata Najwa menanggapi kasus gambar mirip Presiden Jokowi yang bertuliskan 404: Not Found, di daerah Batu Cepet

Penulis: Syaiful Syafar | Editor: Syaiful Syafar
YouTube Najwa Shihab
Pekerja seni mural dari Never Too Lavish, Fandra dan Andis, saat tampil di studio Mata Najwa, Rabu (18/8/2021). Mereka turut menanggapi kasus mural mirip Presiden Jokowi yang bertuliskan 404: Not Found, di daerah Batu Cepet, Kota Tangerang. 

"Justru seharusnya kita memperbanyak mural di banyak tempat karena dia memberikan keindahan sekaligus kita teredukasi dengan pesan-pesan mereka," kata Haris Azhar di acara Mata Najwa.

Sementara, Staf Khusus Mensesneg Faldo Maldini mengatakan, pemerintah sejauh ini tidak pernah melarang kritik.

Pemerintah, kata Faldo, juga selalu membuka ruang dialog bagi siapa saja.

Namun, dalam bernegara, kata Faldo, warga negara juga diikat dengan berbagai peraturan.

Misalnya di kepolisian ada KUHP, di Satpol PP ada penegakan Peraturan Daerah (Perda).

"Jakarta ada di Perda, Tangerang juga ada Perda. Nah itu bagaimana kalau ada peraturannya?" katanya.

Baca juga: Tema Mata Najwa HUT 76 RI: Bung, Ini Negeri Kita, Singgung Mural Jokowi Bagian Ekspresi Politik

Terkait kasus mural di Tangerang, politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini mengatakan, pemerintah saat ini justru mendorong untuk mengedepankan restorative justice.

"Jangan sampai ada hak-hak warga negara yang tercederai juga," kata Faldo Maldini.

Moeldoko Minta Kritik yang Beradab

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko juga merespons polemik adanya sebuah mural mirip Presiden Jokowi yang bertuliskan 404: Not Found di Batu Ceper, Tangerang.

Moeldoko menegaskan bahwa selama ini Jokowi tidak pernah pusing dengan adanya kritik yang diberikan kepadanya.

Bahkan Moeldoko juga menyebutkan Jokowi sangat terbuka dengan adanya kritik dari pihak manapun.

Moeldoko pun menyampaikan, Jokowi selama ini selalu mengatakan kepadanya, jika kita adalah orang timur yang memiliki adat. Sehingga jika ingin mengkritik sesuatu, maka lakukan dengan beradab.

Baca juga: REAKSI Istana Menyoal Mural Viral Mirip Jokowi 404 Not Found Moeldoko Sebut Presiden Orangtua Kita

Selain itu dalam melakukan kritik juga harus mengedepankan tata krama yang ada dalam budaya kita.

"Sebenarnya dari awal Presiden selalu mengatakan, dan ini lebih bersifat edukatif ya. Presiden sangat terbuka, enggak pernah pusing dengan kritik."

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved