Selasa, 28 April 2026

Berita Pemkab Kutai Barat

SL Demplot Padi Sawah di Muara Pahu, Kelompok Tani Terapkan Sistem Jarak Tanam Jajar Legowo

Dalam upaya mengedukasi petani guna meningkatkan hasil pertanian, Dinas Pertanian Kubar bersama Balai Pelatihan Penyuluhan Sumber Daya Manusia

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas Kabupaten Kubar
Sekretaris Dinas Pertanian Kutai Barat, Nanang Adriani saat melakukan pendampingan kegiatan Sekolah Lapang Demplot Padi Sawah di Kecamatan Muara Pahu. 

TRIBUNKALTIM.CO - Dalam upaya mengedukasi petani guna meningkatkan hasil pertanian, Dinas Pertanian Kubar bersama Balai Pelatihan Penyuluhan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Provinsi Kaltim melakukan Sekolah Lapang (SL) Demplot Padi Sawah.

Program ini menerapkan teknologi jarak tanam jajar legowo bagi 10 kelompok tani di wilayah Kecamatan Muara Pahu.

Sekretaris Dinas Pertanian Kubar, Nanang Adriani menjelaskan, SL merupakan kegiatan yang didanai APBN.

Di Kaltim, hanya ada dua tempat di mana salah satunya di Kubar, yakni Kecamatan Muara Pahu.

Yang terlibat dalam SL ada 10 kelompok tani.

Dari 10 kelompok tani diwakili 5 orang sehingga total  50 orang petani yang terlibat.

Baca juga: Kenakan Jas Bernuansa Batik Khas Kubar, Wabup Jadi Irup Penurunan Bendera HUT Kemerdekaan

Kegiatan diawali dengan kunjungan tim dari BPPSDMP Provinsi Kaltim dan disepakati enam kali pertemuan.

Saat ini sudah pertemuan kedua.

Pertemuan pertama mengumpulkan para petani disaksikan Camat dan Dinas Pertanian untuk melihat langsung proses rembuk petani.

Pertemuan kedua mengumpulkan petani untuk pengarahan dan dilanjutkan penanaman padi yang menggunakan sistem jarak tanam jajar legowo.

"Jajar legowo adalah sistem jarak tanam yang diatur sedemikian rupa dengan memberikan jarak rapat dan jarang sehingga padi yang ditanam terlihat beralur, maksudnya adalah lebih memudahkan dalam perawatan karena ada celah untuk membersihkan, memupuk, serta mengurangi serangan hama tikus. Jika tanaman padi terlalu rapat dari galangan langsung ke tanaman padi mempermudah hama tikus masuk ke area, tetapi jika diberi jarak antara barisan padi maka hama tikus akan sulit," kata Nanang, Rabu (18/8/2021).

Petani yang terlibat kurang lebih 50 orang dari Kampung Tepian Ulaq, Kampung Sebelang, Kampung Gunung Bayan dan Kampung Tanjung Laong.

Diharapkan, petani yang terlibat bisa menyebarkan lagi informasi kepada anggota kelompok tani atau petani-petani lain di kampungnya.

Untuk setiap kelompok tani disiapkan oleh pemerintah satu unit demplot kurang lebih 1 hektare untuk penanaman padi menggunakan sistem jajar legowo.

Pemerintah juga menyiapkan benih dan pupuk serta diawasi secara bersama-sama.

Baca juga: HUT ke-76 Kemerdekaan RI, 710 Warga Binaan Lapas Tenggarong Dapat Remisi

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved