Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Kartanegara

Kukar Upayakan Dongkrak Peringkat Indeks Inovasi Daerah, Asisten I: Atasi Masalah Data

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Akhmad Taufik Hidayat membuka rapat koordinasi (rakor) Indeks

Editor: Diah Anggraeni
Prokom
Asisten I Setkab Kukar Akhmad Taufik Hidayat saat memimpin rapat koordinasi Indeks Inovasi Daerah dan Innovation Goverment Award Tahun 2021 secara virtual. 

TRIBUNKALTIM.CO - Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Akhmad Taufik Hidayat membuka rapat koordinasi (rakor) Indeks Inovasi Daerah dan Innovation Goverment Award (IGA) Tahun 2021 melalui zoom meeting di Kantor Bupati Kukar, pekan lalu.

Kegiatan yang digelar oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kukar ini diikuti 69 peserta secara virtual terdiri dari para camat, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kukar.

Baca juga: Kegiatan Rohani Korpri Ditingkatkan, Sunggono Ajak Bantu Anggota yang Isoman

Akhmad Taufik mengatakan, kegiatan itu dalam rangka penilaian dan pengukuran inovasi daerah yang akan dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai tindak lanjut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, Permendagri Nomor 104 Tahun 2018 tentang Penilaian dan Pemberian Penghargaan dan atau Insentif Daerah, radiogram Kemendagri perihal pengukuran dan penilaian indeks inovasi daerah serta Surat Kemendagri tanggal 8 juni 2021 perihal indeks inovasi daerah dan pemberian penghargaan Innovative Goverment Award IGA 2021.

Radiogram Kemendagri Nomor 002.6/2/2866/S1 tanggal 14 April 2020 tentang Pengisian Data Inovasi/Daerah Secara Elektronik.

Untuk itu, diharapkan semua OPD dapat berpartisipasi pada kegiatan tersebut, sekaligus merujuk Surat Bupati Kukar Nomor B-123/BALITBANGDA tentang Pemberitahuan Pelaksanaan Inovative Goverment Award Tahun 2021 tanggal 24 Juli 2021.

Akhmad Taufik Hidayat juga mengatakan, terkait masalah inovasi, Kukar berada di urutan yang kurang maksimal karena dinilai kurang inovatif dan menjadi tantangan bersama supaya peringkat bisa dinaikkan dan menjadi kabupaten yang inovatif.

Disebutnya, sudah banyak OPD yang melakukan inovasi bahkan satu OPD telah melaksanakan 3 hingga 4 inovasi, hal ini akan digali untuk dijadikan data sebagai bahan untuk mengisi indeks inovasi daerah yang telah dibuat.

Menurutnya, inovasi yang dilakukan OPD Kukar sebenarnya tidak serta-merta hanya berkaitan dengan IT, tapi juga mengenai persoalan pelayanan sederhana internal di masing-masing OPD.

Hal ini menurutnya bisa menjadi inovasi yang bisa disampaikan, dibuat kemasan kemudian dituangkan dalam.

Surat Keputusan, dengan persyaratan administrasi yang lengkap dan disampaikan untuk dinilai.

Baca juga: DMI Kukar Salurkan Paket Bantuan, Khusus untuk Jemaah Terdampak Covid-19

Sementara itu, Kepala Balitbangda Kukar H Akhmad Hardi Dwi Putra mengatakan, pelaksanaan Indeks inovasi daerah ini sudah diikuti oleh kabupaten di seluruh Indonesia, karena merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh daerah.

Disebutnya Kabupaten Kukar pada tahun 2020 berada di ranking 210 dengan nilai 140 sehingga masuk dalam kategori kurang inovatif.

Untuk diketahui dalam pengisian indeks daya saing daerah, Kabupaten Kukar pada tahun 2020 berada diposisi yang lumayan walaupun baru pertama kali mengikuti.

Namun, menurut Hardi, pihaknya akan berupaya meningkatkan pada tahun 2021. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved