Breaking News
Senin, 13 April 2026

Berita Internasional Terkini

Tolak Pengungsi dari Afghanistan, Erdogan Tegaskan Turki Bukan Tempat Mengungsi

Pemerintah Turki dengan tegas tidak menerima pengungsi dari Afghanistan

AFP
Kondisi di Afghanistan pada 15 Agustus 2021. Tolak pengungsi Afghanistan, Erdogan tegaskan Turki bukan tempat mengungsi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Gejolak yang terjadi di Afghanistan menjadi perhatian dunia, tak terkecuali Indonesia.

Namun, kali ini Pemerintah Turki dengan tegas tidak menerima pengungsi dari Afghanistan.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Erdogan menolak keras kehadiran pengungsi Afghanistan di negaranya.

Ia pun dengan tegas mengatakan bahwa Turki bukan surga bagi pengungsi Afghanistan.

Baca juga: Sikap Google dan Twitter Masih Tanda Tanya usai Facebook, TikTok Blokir Konten Terkait Taliban

Hal itu diungkapkan Erdogan saat melakukan rapat kabinet di Ankara, Kamis (19/8/2021), seperti dilansir dari Kompas.TV.

“Turki tak memiliki kewajiban apa pun juga untuk menjadi tempat mengungsi bagi para pengungsi Afghanistan,” tuturnya dikutip dari Daily Sabah.

Pernyataan itu menjawab kekhawatiran publik mengenai kemungkinan gelombang pengungsi.

Erdogan juga menegaskan akan mengembalikan para pengungsi ke negaranya dengan aman.

“Adalah kewajiban bagi kami warga Turki untuk memastikan para pengungsi kembali dengan selamat ke negara asal mereka,” tambahnya.

Baca juga: Punya Pasukan Besar Taklukkan Afganistan, Alasan Pasukan Taliban Tak Bantu Palestina Lawan Isreal

Sebelumnya Erdogan dikritik oleh oposisi Pemerintah Turki karena menerima 1,5 juta pengungsi Afghanistan.

Namun, pernyataan ini membantah semua tudingan tersebut.

Erdogan juga mengungkapkan komitmennya untuk menjaga stabilitas dan keamanan Afghanistan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberikan pidato setelah parade di bagian utara ibu kota Siprus yang terbagi Nicosia, di Republik Turki Siprus Utara yang dideklarasikan sendiri, pada 20 Juli 2021.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberikan pidato setelah parade di bagian utara ibu kota Siprus yang terbagi Nicosia, di Republik Turki Siprus Utara yang dideklarasikan sendiri, pada 20 Juli 2021. (Iakovos Hatzistavrou / AFP)

Ia bahkan menegaskan siap berbicara dengan pemerintahan baru Afghanistan agar hal itu tercapai.

“Kami akan bertemu dengan pemerintahan yang dibentuk Taliban jika perlu dan membicarakan agenda bersama kami,” katanya.

Baca juga: NEWS VIDEO Kabur saat Taliban Masuk, Presiden Ashraf Ghani Mengaku Hendak Ikut Rapat

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved