Virus Corona di Bontang

Rasa Sakit Usai Disuntik Vaksin Moderna, Korlap Vaksinasi Bontang Minta Masyarakat tak Khawatir

Reaksi yang ditimbulkan pasca mendapat suntikan vaksin merk Moderna tak perlu dikhawatirkan.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
dr Heni diah yulianti, Kepala Puskesmas Bontang Lestari yang sekaligus merangkap jabatan sebagai Kordinator Lapangan penyelenggaran vaksinasi massal.TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO,BONTANG- Reaksi yang ditimbulkan pasca mendapat suntikan vaksin merk Moderna tak perlu dikhawatirkan.

Hal itu ditegaskan dr Heni diah yulianti, Kepala Puskesmas Bontang Lestari yang sekaligus merangkap jabatan sebagai, Kordinator Lapangan penyelenggaran vaksinasi massal, di Gedung Pendopo, Rumah Jabatan Walikota Bontang, Selasa (24/8/2021).

Heni menjelaskan, ada dua keluhan yang akan dialamai usai mendapat suntikan vaksin Moderna. Yakni keluhan lokal dan keluhan sistemik.

Gejala keluhan lokal akan menimbulkan rasa sakit atau keram pada lengan tangan. Biasanya tangan akan sulit aktif bergerak pasca hari pertama usai disuntik.

Sedangkan untuk keluhan sistemik, seseorang akan merasakan gejala seperti demam, diare, mual, dan sakit kepala.

Baca juga: Vaksin Ibu Hamil di Bulungan Berjalan, Jubir Satgas Covid-19 Beber Syarat Penerima

Biasanya keluhan sistemik ini akan lebih teras sakit saat hari kedua usai disuntik vaksin.

Sementara efek terburuknya, biasanya seseorang merasakan syok yang mengakibatkan pingsan.

Tetapi kondisi itu jarang terjadi. Jika pun ada, hal itu membuktikan kalau tubuh seseorang itu elergi terhadap bahan vaksin.

"Keluhan seperti itu tidak perlu panik. Memang itu gejala yang ditimbulkan oleh vaksin ini. Kami pun selalu memberikan himbauan sebelum disuntik," terang dr Heni.

Menurutnya efek yang ditimbulkan itu wajar. Melihat efektifitas kerja vaksin cukup akurat di banding jenis lain.

Jenis Moderna ini memiliki efikasinya 90 persen lebih. Sedangkan vaksin sinovac hanya 65 persen.

"Kalau efeknya lebih keras maka itu normal. Karena efikasinya lebih tinggi dari vaksin jenis lain," terangnya.

Untuk mengatasi beberapa gejal yang ditimbulkan itu, seseorang hanya perlu mengkonsumsi obat yang diperuntukkan sesuai gejala masing-masing.

Namun ia pun memastikan, secara normal efek itu hanya akan berlangsung selama dua hari.

Baca juga: Percepatan Pencapaian Herd Immunity, KPP Klas II Samarinda Gelar Vaksinasi Massal

"Itu kalau enggak tahan sama efeknya. Tapi kalau tahan biarkan saja dulu. Di hari ketiga pasti otomatis akan hilang dengan sendirinya," ungkap dr Heni.

Lebih lanjut, Heni menjelaskan jika efek yang ditimbulkan ke setiap orang itu akan berbeda-beda.

Sebab respon tubuh terhadap vaksin setiap orang memiliki perbedaan.

"Beda-beda. Ada juga yang tidak merasakan gejala. Karena respon tubuh tidak sama," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved