Virus Corona di Kaltim
Bak Balas Pantun, Gubernur Ganjar Pranowo Minta Kirimkan Bahan Pokok Bergizi dari Isran Noor
Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor, meminta pasokan berlebih vaksin Covid-19 yang dimiliki Jawa Tengah
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor, meminta pasokan berlebih vaksin Covid-19 yang dimiliki Jawa Tengah.
Tujuannya untuk mempercepat kekebalan komunal di Kalimantan Timur.
Bak gayung bersambut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga meminta pemerintah daerah Kalimantan Timur turut saling memberikan bantuan kepada masyarakatnya.
Hanya saja untuk Jawa Tengah meminta stok makanan yang selama pandemi Covid-19.
Baca juga: Gubernur Kaltim Isran Noor Bantah Telah Dapat Suntikan Vaksin Booster Dosisi Ketiga
Untuk itu, saat menjadi keynote speaker yang digelar oleh Forum Rakyat Kaltim Bersatu (FRKB) itu agar Gubernur Isran Noor mau memberikan sumber bahan pangan bergizi di Bumi Etam, julukan Kalimantan Timur.
"Gizinya saja pak di share, gizinya gubernur (Kaltim). Masyarakat kami juga kurang gizi, minimal vitamin di lahan yang memiliki nilai gizi tinggi," ucapnya pada Kamis (26/8/2021) siang.
Selama kegiatan berlangsung, Gubernur Ganjar menjelaskan cara penurunan kasus di Jawa Tengah.
Menurutnya, salah satu penanganan penting adalah memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya Covid-19.
Baca juga: Ganjar Pimpin Upacara Kemerdekaan di Lokasi Isolasi Covid-19, Nakes dan Pasien Sambut Antusias
Selain itu, budaya mengenakan masker menjadi cara untuk mencegah Covid-19.
Terakhir, masyarakat wajib harus melaksanakan karantina jika terpapar Covid-19.
Untuk itu pihaknya memaksa warganya untuk isolasi di Isolasi Terpusat agar tidak menulari warga lainnya.
Selain itu ia meminta perguruan tinggi untuk merekrut mahasiswa tingkat akhir sebagai relawan tenaga kesehatan.
Baca juga: Ulang Tahun Tepat Hari Kemerdekaan, Gubernur Ganjar Hadiahi Motor Pasien Covid-19 di RSDC Donohudan
"Mahasiswa tingkat akhir kita kerjakan. Enggak bisa lagi bicara lagi rembukan terus maka ada resiko itu diambil biasanya pimpinan seringkali dibully," ujarnya. (*)