Breaking News:

Pemanfaatan Program KUR Pertanian untuk Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi

Pemerintah terus mendukung UMKM agar bisa bangkit dan tetap eksis di tengah pandemi.

Editor: Diah Anggraeni
ekon.go.id
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat kegiatan penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (26/8/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah terus mendukung UMKM agar bisa bangkit dan tetap eksis di tengah pandemi.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Sekretariat Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM menyelenggarakan kegiatan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (26/8/2021).

Baca juga: Menko Airlangga: Atasi Covid-19 di Provinsi Sulawesi Tengah dengan Replikasi Sukses Kampung Tangguh

Kegiatan ini bertujuan agar pemerintah daerah serta lembaga penyalur dan penjamin KUR dapat turut mendorong penyaluran KUR dalam rangka untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

"Ini merupakan upaya pemerintah yang seimbang antara penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. KUR saat ini bunganya disubsidi 3 persen sampai akhir tahun ini dan kami sedang bicara dengan OJK agar restrukturisasi ini bisa dilanjutkan. Jadi perbankan diharapkan dapat lebih mendorong usaha kecil, menengah dan mikro. Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, jumlah kredit yang disalurkan untuk UMKM harus naik menjadi 30 persen tahun 2024, yang artinya dari total kredit, 30 persen adalah UMKM," terang Menko Airlangga.

Upaya keras pemerintah melalui program KUR dan berbagai indikator ekonomi yang menggambarkan tren perbaikan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q2-2021 sebesar 7,07 persen (yoy).

Selama masa pandemi, pemerintah telah mengeluarkan relaksasi kebijakan KUR antara lain, peningkatan KUR tanpa agunan tambahan dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta, tambahan subisidi bunga KUR sebesar 6 persen pada tahun 2020 dan 3 persen pada tahun 2021, penundaan pembayaran angsuran pokok KUR, perpanjangan jangka waktu, dan penambahan limit KUR serta relaksasi persyaratan administrasi.

Pencapaian realisasi KUR pada masa pandemi tahun 2020 tercatat sebesar 198,53 triliun rupiah atau lebih baik dibandingkan pada masa sebelum Covid-19 yaitu sebesar Rp 140,1 triliun (tahun 2019).

Pada Januari 2021 sampai dengan 23 Agustus 2021, realisasi KUR telah mencapai Rp 167,19 triliun atau 58,66 persen dari target tahun 2021 sebesar Rp 285 triliun (setelah perubahan target).

Dana tersebut telah disalurkan kepada kepada 4,53 juta debitur.

Baca juga: Upaya Menghemat Devisa, Menko Airlangga Harap Vaksin Merah Putih Diedarkan 2022

Sesuai dengan kebijakan prioritas KUR tahun 2021, pelaksanaan KUR digunakan untuk mendukung korporatisasi petani dan nelayan, serta disalurkan kepada kelompok/klaster dengan skema KUR Khusus.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved