Berita Samarinda Terkini
Nekat Curi Pompa Air Otomatis di Samarinda, Pelaku yang Masih Remaja Tewas Tersetrum
Seorang remaja berinisial PS (16), ditemukan tergeletak tak bernyawa di salah satu rumah warga Jalan Durian, RT 53, Kelurahan Sempaja Timur
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Seorang remaja berinisial PS (16), ditemukan tergeletak tak bernyawa di salah satu rumah warga Jalan Durian, RT 53, Kelurahan Sempaja Timur, Samarinda Utara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (29/8/2021).
Menurut keterangan Alimin (49), pemilik rumah, jenazah korban ditemukan pada pukul 06.30 Wita di gudang tempat penyimpanan pompa air miliknya.
Kala itu, dirinya hendak menyalakan pompa air bersih miliknya.
Namun ketika membuka pintu gudang, nampak sesosok tubuh tergeletak kaku di lantai samping mobil.
Baca juga: Polisi Ringkus Pelaku Pencurian Motor di Gang Makassar Samarinda, Korban Rugi Rp 26 Juta
Ia mengatakan, diduga remaja tersebut hendak mencuri salah satu pompa miliknya.
Hal itu diyakininya karena posisi jenazah korban masih memegang kabel dengan tang yang sudah setengah memotong kabel.
"Pompa Saya ini pompa otomatis. Mungkin Dia (korban) enggak tahu atau enggak menyadari kalau sambungan listriknya aktif jadi kesetrum," jelasnya
Satria, selaku Ketua RT 53 juga mengatakan memang di kawasan tersebut sudah sering terjadi pencurian.
Baca juga: Polresta Samarinda Akan Rutin Patroli, Antisipasi Pemalakan, Pencurian Solar Truk dan Balap Liar
Mulai dari pompa air, tabung gas, hingga bahan sembako.
"Tapi kejadian begini (pelaku pencurian meninggal) baru kali ini terjadi," ucap Satria.
Sebenarnya kata Satria, dulunya mereka aktif menjalankan ronda malam.
Namun sejak diberlakukannya PPKM, Poskamling yang mereka dirikan untuk sementara tidak difungsikan lagi.
Baca juga: Antisipasi Pencurian Hewan Kurban Idul Adha, Polisi di Samarinda Tingkatkan Patroli
"Kalau korban, meski tidak terlalu dekat, tapi kita kenal karena dari RT sebelah. Semoga jadi pembelajaran buat semuanya agar tidak melakukan tindak kriminal lagi," harap Satria.
Sementara itu, Kasubnit INAFIS Polresta Samarinda, Aipda Harry Cahyadi menjelaskan, dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal, dipastikan korban meninggal dunia akibat tersetrum.
Harry menjelaskan, di tubuh korban ditemukan luka bakar pada jari dan luka benturan di kepala.
"Korban hendak memotong kabel dengan aliran listrik aktif menggunakan sebuah tang. Karena tangan kosong jadi tersetrum apalagi ada sedikit genangan air, jadi seketika meregang nyawa," jelas Harry.
Baca juga: Pencurian Motor di Samarinda Terekam Kamera CCTV, Polisi Berikan Tips Hindari Curanmor
Bersama perwakilan keluarga yang hadir, jenazah korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit AW. Syahranie Samarinda untuk keperluan visum dan Tes Swab.
Harry mengatakan jika dinyatakan positif, maka korban akan langsung dikremasi dan dikubur di pemakaman khusus Covid-19 Serayu.
"Kalau negatif langsung kita kembalikan kepada pihak keluarga," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tidak-bernyawa-lagi.jpg)