Berita Tarakan Terkini

Revisi RPJMD Tarakan, Anggaran Refocusing 8% untuk Penanganan Covid, 25% untuk Pemulihan Ekonomi

Belum lama ini Walikota Tarakan dr Khairul, M.Kes menggelar pertemuan untuk membahas revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengan Daerah (RPJMD).

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Walikota Tarakan, dr Khairul, M.Kes. Ia mengatakan cukup banyak RPJMD yang berubah sehingga perlu dilakukan revisi perbaikan. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Belum lama ini, Walikota Tarakan dr Khairul, M.Kes menggelar pertemuan untuk membahas revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengan Daerah (RPJMD).

Dikatakan Khairul, cukup banyak RPJMD yang berubah sehingga perlu dilakukan revisi perbaikan.

Jika dulu belum ada pembahasan mengenai Covid-19, maka sekarang harus dimasukkan dalam pembahasan RPJMD.

Kemudian, lanjutnya, itu berpengaruh terhadap target-target pembangunan yang lain sehingga harus disesuaikan, termasuk juga nomenklatur di masing-masing OPD harus disesuaikan.

“Sehingga target-target kami harus diselesaikan tahun ini yang untuk RPJMD,” ujarnya.

Baca juga: Raperda RPJMD Tana Tidung Disahkan, Bupati Ibrahim Ali: akan jadi Acuan 5 Tahun Mendatang

Adapun untuk penanganan Covid-19 yang masuk ke dalam RPJMD, standarnnya sama secara nasional.

“Ada menu yang harus dimasukkan. Termasuk ada porsi anggaran untuk penanganan Covid-19. Total sekitar 8 persen kemarin diminta,” ujarnya.

Ia menambahkan 8 persen anggaran untuk penanganan Covid-19 itu di luar dari anggaran yang dikeluarkan untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sementara untuk anggaran PEN, yakni 25 persen yang harus digelontorkan.

“Untuk 8 persen itu adalah kegiatan langsung seperti vaksinasi dan sebagainya. Pastinya mempengaruhi pembangunan di Kota Tarakan. Pasti ada yang kita hitung ulang atau refocusing,” beber dr Khairul.

Ia mengemukakan, upaya penambahan anggaran sendiri kemungkinan mustahil dilakukan mengingat di pemerintah pusat sendiri kesulitan.

Baca juga: Pemkab Kutim Sampaikan Nota Penjelasan RPJMD 2021-2026, Ada 6 Poin Isu Strategis Pembangunan

“Mereka meminta kita anggaran penanganan Covid-19 diambilkan dari APBD kita untuk menopang,” ujarnya.

Yang masih mungkin diminta daerah ke pusat seperti bantuan alat pelindung diri (APD), kemudian alat-alat pendukung yang sudah dianggarkan pusat dan sudah terbeli.

“Kalau reagen misalnya, kami juga sedang upayakan. Tapi kalau di sana secara nasional kan kosong. Sehingga kemarin penanganan PCR masuk ke BLU,” ujarnya.

Yang bisa disiapkan pihaknya saat ini seperti swab antigen yang digunakan untuk diagnostik awal Covid-19.

Untuk penanganan PCR standar harus menggunakan PCR sehingga di rumah sakit menggunakan pembiayaan BLU.

Kembali menyoal revisi RPJMD sendiri, tidak mengubah visi dan misi yang sudah dicanangkan pihaknya.

Dan itu tetap berjalan, namun masih ada beberapa yang porsinya dikurangi.

“Karena harus ada sebagian yang dikurangi dan dialokasikan untuk penanganan Covid-19,” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved