Aplikasi

Aplikasi e-HAC Milik Kemenkes Diduga Bocor, Daftar Data 1,3 Juta Pengguna yang Terungkap

Aplikasi e-HAC milik Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) diduga bocor, daftar data 1,3 juta pengguna yang terungkap, termasuk data penumpang

https://play.google.com/
Ilustrasi aplikasi e-HAC. Aplikasi e-HAC milik Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) diduga bocor, daftar data 1,3 juta pengguna yang terungkap, termasuk data penumpang 

TRIBUNKALTIM.CO - Aplikasi e-HAC milik Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) diduga bocor sehingga data 1,3 juta pengguna terungkap.

Data apa saja yang terungkap dari aplikasi e-HAC yang diduga bocor tersebut, di dalamnya ada termasuk data penumpang.

Simak daftar data aplikasi e-HAC milik Kemenkes yang diduga bocor tersebut.

Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan Kemenkes terkait dugaan kebocoran data aplikasi e-HAC

Aplikasi e-HAC milik Pemerintah dalam hal ini Kemenkes adalah Kartu Kewaspadaan Kesehatan versi modern dan menjadi salah satu persyaratan wajib bagi masyarakat ketika bepergian di dalam maupun luar negeri.

Kementerian Kesehatan mengklaim aplikasi e-HAC tidak memiliki protokol keamanan aplikasi yang memadai, sehingga rentan ditembus pihak tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Mudah, Syarat Penerbangan Terbaru di Masa PPKM, Pakai Aplikasi PeduliLindungi Tak Perlu Isi e-HAC

Sebelumnya, kebocoran data di aplikasi e-HAC ini awalnya diungkap peneliti keamanan siber dari VPNMentor pada 15 Juli lalu.

Diperkirakan ada data 1,3 juta pengguna e-HAC yang terdampak kebocoran data seperti diunggah dalam blog resmi VPNMentor, seperti dilansir TribunKaltim.co dari kompas.com

Ukuran data dari aplikasi e-HAC yang bocor tersebut kurang lebih mencapai 2 GB.

Pengembang e-HAC disebut menggunakan database Elasticsearch yang kurang aman untuk menyimpan data.

Menurut peneliti VPNMentor, kebocoran data ini akan berdampak luas bagi penggunaan e-HAC dan upaya pemerintah Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19.

"Setelah peneliti menyelidiki database dan memastikan datanya otentik, kami menghubungi Kemenkes Indonesia untuk memberi tahu temuan kami," tulis VPNMentor dalam blog resminya.

Namun menurut VPNMentor, belum ada tanggapan dari Kemenkes terkait kebocoran data ini.

Mereka juga telah menghubungi Tim Tanggap Darurat Komputer Indonesia/Computer Emergency Response Team (CERT) dan Google sebagai penyedia hosting aplikasi e-HAC.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved