Breaking News:

Jembatan Mahakam Ditabrak

Komisi III DPRD Kaltim Akan Panggil KSOP Pasca Insiden Tongkang Menabrak Jembatan Mahakam

Kapal tongkang yang menabrak pilar Jembatan Mahakam terus bergulir.Bahkan DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) rencananya akan melakukan pemanggilan

TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Anggota komisi III DPRD Kaltim Syafruddin. TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Kapal tongkang yang menabrak pilar Jembatan Mahakam terus bergulir.

Bahkan DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) rencananya akan melakukan pemanggilan pihak terkait.

Tujuannya demi mendengarkan serta mencari solusi atas insiden yang sering terjadi berulangkali.

Anggota komisi III DPRD Kaltim Syafruddin, Kamis (2/9/2021), mengatakan akan memanggil KSOP, Dishub Kaltim, serta pemilik perusahaan terkait insiden tersebut.

Menurutnya hal ini selalu menjadi lagu lama ketika kapal tongkang menabrak jembatan di aliran sungai Mahakam.

Bahkan selama ini insiden tersebut hanya angin lalu tanpa memberikan efek jera kepada pelaku maupun pihak yang bertanggungjawab atas insiden ini.

Baca juga: Pemeriksaan Urung Dilakukan, Agen Kapal Penabrak Jembatan Mahakam Belum Tiba di Samarinda

"Memang begini terlihat jelas bahwa pemerintah provinsi tidak tegas dalam rangka memberikan sanksi kepada penabrak akhirnya tidak ada efek jera dan terus berulang-ulang. Kalau membahayakan terjadi ambruk jembatan ini," ucapnya melalui sambungan telepon, Kamis siang.

Jika hal ini berlanjut ditakutkan kekuatan pilar jembatan yang berusia lebih dari 30 tahun ini akan lemah.

Jika tidak diperhatikan ataupun diperbaiki segera dikhawatirkan akan seperti jembatan di Tenggarong Kutai Kartanegara yang rubuh beberapa tahun silam.

"Iya jangan sampai (terjadi) di Kukar. Gubernur harus jelas memberikan sanksi. Ini menyangkut nyawa orang banyak. Ini soalnya fasilitas vital. Selama ini pemerintah cuek saja dengan kasus ini. Sekarang harus tegas karena dengan cara ini bisa berikan efek jera," ujarnya.

Baca juga: Pemprov Kaltim Sebut Jembatan Mahakam Masih Layak Dilewati Kendaraan

Untuk itu ia mendorong pemerintah provinsi melalui biro hukum untuk memberikan sanksi ataupun hukuman bagi para pemilik kapal terhadap insiden serupa kedepannya.

Selain itu jika ada sanksi, juga harus ada tanggungjawab ganti rugi biaya perbaikan jembatan yang telah ditabrak kapal tongkang tersebut. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved