Diduga Tambang Ilegal, ESDM Kaltim dan DLH Samarinda Turun Tangan
Banjir yang terjadi di Samarinda Utara beberapa waktu lalu, diduga akibat adanya pengerukan emas hitam yang berada di hulu Bendungan Benanga
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
Dimana, instansi ini ikut turun tangan melakukan penyelidikan dari dampak yang ditimbulkan.
Baca juga: DPRD Samarinda Soroti Alih Fungsi Lahan, Dituding jadi Penyebab Banjir
"Kami baru selidiki ceceran batu bara itu yang mengakibatkan masalah lingkungan. Kalau soal tambangnya itu ranah ESDM," terang Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Samarinda, Nurrahmani.
Kendati demikian, Nurrahmani belum bisa membeberkan hasil penyelidikan tim DLH.
Sebab, dirinya pun belum mendapatkan laporan resmi.
"Tim DLH baru turun hari ini (Senin (6/9), masih mengecek lapangan," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pertambangan-yang-diduga-ilegal-berada-di-hulu-bendungan-benanga-kecamatan-samarinda-utara.jpg)