Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Sebut 2024 Mengerikan, M Qodari: Kalau Bukan Pak Jokowi Lagi, Nanti Calonnya akan Dibelah-belah

Isu Jokowi tiga periode menjabat sebagai presiden tetap hangat diperbicangkan meskipun Pemilihan Umum masih dua tahun lagi.

Penulis: Justina | Editor: Syaiful Syafar
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Isu Jokowi tiga periode menjabat sebagai presiden tetap hangat diperbicangkan meskipun Pemilihan Umum masih dua tahun lagi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Isu Jokowi tiga periode menjabat sebagai presiden tetap hangat diperbicangkan meskipun Pemilihan Umum masih dua tahun lagi.

Pengamat politik M Qodari adalah sosok yang masih konsisten menyetujui wacana Presiden Jokowi tiga periode menjabat.

Lulusan Universitas Indonesia ini memiliki pandangan jika nantinya Jokowi dan Prabowo Subianto tidak berpasangan, maka diyakini ke depan akan dihadapkan situasi di mana Pilpres akan berakhir dengan pertumpahan darah.

Alasannya, Pemilihan Presiden semakin terpola pada pertentangan calon dari Nasionalis dan Islamis.

"Kalau bukan Pak Jokowi lagi, saya melihat koreksinya, nanti calonnya ini akan dibelah-belah, akan dikampanyekan, dipropagandakan menggunakan label Islam," kata M Qodari dalam diskusi di channel YouTube Karni Ilyas Club.

"Jadi, dikotomi Nasional-Islam itu akan tercipta lagi. Koreksinya ada pembelahan Nasioanalis-Islam dan tahun 2024 sangat mengerikan," terang M Qodari.

Baca juga: Nyaris Tak Ada yang Dukung Presiden Jokowi Tiga Periode, Ini Respon PSI dan PDIP dan Gerindra

Baca juga: Bukan 3 Periode, Ide Baru Arief Poyuono, Jokowi Terbitkan Dekrit Perpanjang Masa Jabatan Presiden

Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/7/2020).
Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/7/2020). (Biro Setpres/Kris)

Lebih lanjut, M Qodari mencontohkan, jika pada Pilpres nanti ada tiga calon, misalnya Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan, maka pelabelan Nasional-Islamis itu diyakini akan terjadi lagi.

Sementara, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menyatakan dirinya 1000 persen berbeda pendapat dengan M Qodari.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved