Virus Corona di Malinau
Berisiko Keluyuran Sepulang Sekolah, Satuan Pendidikan Malinau Diminta Pantau Peserta Didik
Hari ini, sekolah di Kabupaten Malinau mulai memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka atau PTM terbatas
TRIBUNKALTIM.CO,MALINAU - Hari ini, sekolah di Kabupaten Malinau mulai memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka atau PTM terbatas
Berdasarkan Inmendagri 41/2021, Kabupaten Malinau masih digolongkan sebagai wilayah kriteria PPKM level 3.
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Malinau saat ini memantau progres pelaksanaan PTM terbatas di 124 satuan pendidikan 4 wilayah kecamatan.
Orang Tua Peserta Didik di SD 002 Malinau Kota, Muliati mengatakan keputusan untuk menggelar PTM merupakan langkah yang tepat.
Menurutnya saat ini, minat belajar anak menurun karena jenuh belajar Daring.
Sementara orang tua turut merasa kesulitan mengajari peserta didik.
Baca juga: PTM Terbatas di KTT Akan Dilaksanakan, Dibuka Bagi Siswa yang Sudah Ikut Vaksinasi Covid-19
Baca juga: Dukung PTM, Pemkab Kutim Beri Vaksin buat Pelajar, Tingkat SMP hingga Mahasiswa Dapat Jatah Sinovac
Baca juga: Perpanjangan PPKM, Malinau Masih Wilayah Level 3, PTM Terbatas Dievaluasi Tiap Pekan
"Syukurlah anak-anak kembali sekolah. Karena kami yang di rumah juga pusing. Kadang susah betul nyuruh mereka belajar. Kalau di sekolah banyak teman ada juga guru yang ngajar," ujarnya kepada TribunKaltim.Co, Selasa (7/9/2021).
Muliati tidak menampik kekhawatiran keselamatan jiwa putrinya yang kini duduk di kelas 2 SD, terutama sulitnya memantau aktivitas siswa di luar rumah.
Kekhawatiran terbesarnya adalah saat pulang sekolah. Menurutnya anak didik akan lebih leluasa keluyuran sepulang sekolah.
"Takut juga ya. Apalagi kalau pulang sekolah. Pasti namanya anak-anak pulangnya tidak langsung pulang.
Main sama temannya atau cari jajanan. Kemarin sempat dibahas waktu rapat, mudah-mudahan sekolah bisa mantau sampai ada penjemputnya," katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Malinau Kota, Daud Impung menjelaskan hal tersebut merupakan poin yang harus dikerjakan bersama.
Menurutnya, untuk menghindari hal tersebut, peserta didik disarankan membawa bekal dari rumah. Begitupun saat sepulang sekolah, peserta didik diminta menunggu penjemput di wilayah sekolah.
Baca juga: Hari Pertama PTM Serentak di Malinau, Waktu Belajar di Sekolah Dibagi 2 Sesi
"Siswa dianjurkan bawa bekal dari rumah, pas pulang nunggunya di area sekolah. Untuk ini, kami juga minta kerja sama orang tua, supaya jemput siswa segera setelah pulang.
Memang risiko keluyuran sepulang sekolah yang paling rawan selama PTM," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/hari-pertama-peserta-didik-mengikuti-ptm-terbatas-di-satuan-pendidikan-wilayah.jpg)