Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

BKPPD Gelar Uji Kompetensi, Diikuti 20 Pejabat Kubar

Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kutai Barat melaksanakan uji kompetensi bagi pejabat pimpinan tinggi daerah Kutai Barat

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas Pemkab Kubar
Wabup H Edyanto Arkan didampingi Sekretaris Kabupaten Ayonius dan Plt Asisten III membuka ujian kompetensi bagi pejabat pimpinan tinggi daerah Kutai Barat di UPTD Penilaian Kompetensi Pegawai BKD Provinsi, Jalan Kartini, Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO - Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kutai Barat melaksanakan uji kompetensi bagi pejabat pimpinan tinggi daerah Kutai Barat tahun 2021.

Kegiatan dilaksanakan di UPTD Penilaian Kompetensi Pegawai BKD Provinsi, Jalan Kartini Samarinda, diikuti 20 kepala dinas di lingkungan Pemkab Kubar yang dibagi dalam dua kelas dengan penerapan protokol kesehatan, Senin (6/9/2021).

Baca juga: Kick Boxing Kubar Juara Umum, Boyong 7 Medali Emas di Kejurprov Se-Kaltim

Wakil Bupati H Edyanto Arkan SE yang membuka acara tersebut menyampaikan terima kasih kepada UPTD Penilaian Kompetensi Pegawai BKD Provinsi yang selama ini telah membantu Pemkab Kubar melaksanakan assessment dan uji kompetensi.

Pemkab Kubar sangat puas atas pelayanan yang diberikan.

Turut hadir Sekretaris Kabupaten dan Plt Asisten III serta para asesor.

Kegiatan ini, menurut Wabup Arkan, untuk memberikan apresiasi kepada seluruh kepala PD di lingkungan Pemkab Kubar yang telah bekerja memberikan amal baktinya pada Kubar, sehingga perlu diketahui rekam jejak dari para kepala PD atas keberhasilan maupun kendala-kendala yang dihadapi serta ingin dilihat tingkat improvisasi, kejenuhan dan inovasi-inovasi yang menjadi sumber untuk mengemban tugas di masa yang akan datang.

Baca juga: Tingkatkan Hasil Tangkapan Ikan, Wabup Serahkan Bantuan untuk Nelayan Liang Ulu

Sekali lagi, bagi para kepala PD yang kompeten di bidangnya bisa saja diperpanjang atau dilakukan penyegaran di tempat lain.

Tantangan ke depan sangatlah berat dan ekspektasi masyarakat sangat luar biasa.

"Contoh 20 tahun lalu, apabila masyarakat belum memiliki listrik, tidak mendapat air bersih dan pelayanan kesehatan memadai dan tidak mendapatkan pendidikan yang baik, tidak terlalu dipermasalahkan. Namun, saat ini masyarakat menuntut itu semua agar mereka mendapatkan fasilitas-fasilitas yang diperlukan seperti masyarakat di kota," pungkasnya. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved