Virus Corona di Kubar
Jadwal Penilaian Kelayakan Sekolah di Kubar dalam Pembelajaran Tatap Muka Terbatas
Sebelum dilakukan pembelajaran tatap muka terbatas, Pemkab Kubar bersama gugus tugas, nantinya akan melakukan simulasi pembelajaran tatap muka
Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Sebelum dilakukan pembelajaran tatap muka terbatas, Pemkab Kubar bersama gugus tugas, nantinya akan melakukan simulasi pembelajaran tatap muka terbatas di sejumlah sekolah di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur.
Diharapkan dalam minggu ini, dinas pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat dapat memulai penilaian tentang kelayakan sekolah dengan segera menghubungi semua kepala sekolah yang ada.
Demikian disampaikan oleh Sekdakab Kutai Barat, Ayonius kepada TribunKaltim.co.
Caranya dengan membagi zona perkecamatan atau dalam pusat kota Sendawar dahulu untuk menggelar sekolah tatap muka.
Baca juga: Dukung Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Kubar, Sekolah Harus Koordinasi dengan Puskesmas
Baca juga: Bupati dan Kejari Kubar Musnahkan Barang Bukti Kejahatan
Baca juga: PTM Terbatas Digelar di Kubar Mulai Pertengahan September, Dilaksanakan Bertahap
“Sesuai dengan SKB 4 menteri nomor 03/KB/2021 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran dimasa pandemi Covid-19, awal September 2021 diharapkan sudah ada yang bisa memulai sekolah tatap muka," katanya, Selasa (7/9/2021).
Dia juga meminta dalam beberapa hari kedepan agar diadakan rapat lanjutan dengan Tim gugus tugas Kecamatan dan sekolah-sekolah yang ada, terutama di Kecamatan yang jauh dari Ibu Kota Kabupaten.
"Dengan harapan semua dapat memahami dan membantu tugas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melaksanakan sekolah tatap muka di Kutai Barat," lanjutnya.
Sementara menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Barat, Silvanus Ngampun, mengatakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas ini sudah sesuai standar prosedur protokol kesehatan Covid-19.
Sehingga para orang tua siswa juga diminta mendukung kebijakan pemerintah.
Baca juga: Bupati FX Yapan Inginkan Kutai Barat jadi Urutan Pertama dalam Pemberantasan Korupsi
"Sekarang Pandemi diwilayah Kutai Barat, PPKM diturunkan dilevel 3 sehingga diharapkan ada sekolah yang siap melaksanakan tentunya dengan koordinasi dengan tim gugus tugas yang ada.
“Kita ingin menjaga keamanan setiap anak sekolah sehingga sampai saat ini sudah setahun lebih kita tidak melaksanakan sekolah tatap muka," katanya.
Situasi ini menyebabkan anak-anak tidak bisa belajar secara optimal karena di rumah, ada banyak hal yang dapat mengganggu belajar.
"Selain itu banyak orang tua yang mengeluh anaknya kehilangan semangat belajar,” pungkasnya. (*)