Berita Kaltara Terkini

Gubernur Kaltara dan Bupati Bulungan Kunjungi Morowali, Sebut KIPI Tanah Kuning Bisa Lebih Besar

Gubernur Kaltara Zainal Paliwang bersama Bupati Bulungan Syarwani, mengunjungi Kawasan Industri di Morowali yang dikelola oleh PT Indonesia Morowali

TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAM FAWDI
Perbaikan Jalan di sekitar wilayah Desa Mangkupadi, lokasi di mana nantinya Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi berdiri.TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAM FAWDI 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG SELORGubernur Kaltara Zainal Paliwang bersama Bupati Bulungan Syarwani, mengunjungi Kawasan Industri di Morowali yang dikelola oleh PT Indonesia Morowali Industrial Park atau IMIP pada Kamis lalu.

Kunjungan ke Sulawesi Tengah itu, bertujuan untuk melakukan studi bagaimana perkembangan yang pesat dari Kawasan Industri di Morowali, juga dapat diterapkan di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional atau KIPI di Tanah Kuning-Mangkupadi nantinya.

“Kita bisa bayangkan dari nol, dari hutan belantara, itu bisa jadi seperti itu, luar biasa sekali Morowali,” kata Gubernur Kaltara Zainal Paliwang.

Dengan luasan KIPI Tanah Kuning sebesar 10.100 Hektar, Gubernur Zainal meyakini KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi, dapat menyaingi Kawasan Industri Morowali yang hanya memiliki luas kawasan sebesar 2.600 Hektar.

“Dan dengan potensi yang ada, kita yakin kita bisa lebih dari itu,” terangnya.

Baca juga: Gubernur Kaltara Zainal Paliwang Beri Sinyal Status KIPI Tetap Masuk Proyek Strategis Nasional

Baca juga: Bulan Depan Presiden Jokowi akan Kunjungi Kaltara, Hadiri Groundbreaking Proyek KIPI

Baca juga: Bupati Bulungan Syarwani Optimistis, KIPI Masih Masuk Proyek Strategis Nasional

Nada yang sama juga diungkapkan oleh Bupati Bulungan Syarwani, menurutnya dengan waktu yang relatif singkat kehadiran Kawasan Industri dapat mengubah wajah Morowali.

Berbagai aktivitas industri di Morowali pun mampu menyerap tenaga kerja hingga 50.000 orang, di mana 45.000 diantaranya ialah tenaga kerja lokal, adapun 5.000 lainnya didatangkan dari luar negeri atau tenaga kerja asing.

“Memang sangat luar biasa, dan dengan waktu yang relatif singkat sejak dari 2016 itu mulai dari nol hari ini perkembangannya sangat luar biasa, sudah dapat menghasilkan produk seperti industri nikel,” kata Bupati Bulungan Syarawani, Sabtu (11/9/2021) lalu.

“Multiplier effect-nya itu luar biasa, bagaimana bisa menyerap tenaga kerja lokal, pekerjanya hampir 50.000 orang,” katanya.

“Warga lokal itu sekitar 45.000 orang, yang 5.000 itu tenaga skill tertentu yang berasal dari luar, “ tambahnya.

Tak hanya penyerapan tenaga kerja, kehadiran Industri di Morowali juga mampu menambah pendapatan asli daerah atau PAD.

Bahkan, Bupati Syarwani menyebut kontribusi IMIP untuk PAD sebesar Rp 270 Miliar hanya dari sektor galian C, belum termasuk kontribusi dari sektor-sektor lainnya.

Baca juga: KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi Terancam tak Masuk Proyek Strategis Nasional

“Dan memang dampaknya luar biasa, seperti dari PAD galian C saja itu bisa 270 Miliar per tahun. Lalu bagaimana penyerapan pangan lokal, termasuk kenaikan UMK di Morowali itu sekitar Rp 3,8 Juta, jadi standar upahnya memang naik karena memang ada perputaran uang dan ekonomi yang luar biasa,” terangnya.

Sehingga Ia pun berpesan, semua pihak di Bulungan juga mulai mempersiapkan diri untuk proyek KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi, agar mampu memanfaatkan peluang dan perputaran ekonomi yang besar.

“Tinggal bagaimana kita menyambut itu, kita siapkan SDM-nya, kita siapkan infrastrukturnya, dan saya yakin kita bisa lebih besar dari itu,” tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved