Berita Kaltim Terkini
KEK Maloy Belum Beroperasi, Para Investor Terkendala Kesulitan Birokrasi
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy masih belum beroperasi seratus persen, masih ada hal yang perlu dibenahi agar kawasan tersebut dapat menjadi kawasa
Penulis: Jino Prayudi Kartono |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy masih belum beroperasi seratus persen, masih ada hal yang perlu dibenahi agar kawasan tersebut dapat menjadi kawasan bernilai ekonomi tinggi.
Hingga saat ini pengorganisasian Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) belum maksimal.
Menurut Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Kaltim Abu Helmi, ada beberapa kendala sehingga kawasan ini belum beroperasi maksimal.
"Kendalanya masih di internal kami, masih ada birokrasi dalam melaksanakan regulasi aturan dari Menteri Perekonomian," ucapnya.
Saat ini ia mengakui ada 14 investor yang tertarik menanam investasi di kawasan tersebut.
Baca juga: KEK Maloy Ditetapkan Proyek Prioritas Strategis Nasional 2021, Ini Kata DPMPTSP Kaltim
Baca juga: Pelabuhan KEK Maloy Belum Juga Beroperasi, Ini Sorotan Anggota DPR RI Irwan Fecho
Baca juga: Pansus Raperda Kawasan Industri Oleochemical Maloy Gelar Uji Publik di Balikpapan
Hanya saja para investor terkendala karena adanya birokrasi yang sulit.
"Kita tidak bicara soal harga, minat dari investor siap, tidak ada masalah harga yang tidak siap, cuma kita harus menaati peraturan atau regulasi yang ditetapkan oleh Menko Perekonomian. Yang mengganjal masalah persyaratan-persyaratan yang harus dilengkapi dalam membangun," katanya.
Sementara itu, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman berharap proyek nasional ini jangan berhenti di tengah jalan.
Sebab kawasan ini sudah memakan biaya yang cukup besar mencapai Rp 2 triliun. (*)
