Breaking News:

Bongkar Kios di Samarinda

Selain Diindikasikan Hambat Saluran Air, Kios di Gang Ahim Samarinda Utara Juga Langgar Perda

Meski sempat mendapat penolakan dari pemilik kios, Satpol PP Samarinda tetap membongkar bangunan kios di Gang Ahim, Sempaja Selatan, Samarinda Utara

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Pembongkaran bangunan kios di Gang Ahim, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara, Selasa (14/9/2021). TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Meski sempat mendapat penolakan dari pemilik kios, Satpol PP Samarinda tetap membongkar bangunan kios di Gang Ahim, Sempaja Selatan, Samarinda Utara.

Alasan pembongkaran itu adalah bangunan yang berdiri di atas saluran air sepanjang Gang Ahim tersebut dianggap melanggar ketentuan Perda tentang Bangunan Dalam Wilayah Kota Samarinda.

Kasi Pengawasan Bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, Juliansyah Agus menerangkan bahwa menurut Perda Nomor 34/2004, bangunan tidak diperkenankan dibangun di atas parit atau saluran air yang dapat mengganggu aliran drainase air.

Selain itu bangunan tersebut juga disebutkan melanggar Peraturan Walikota Samarinda Nomor 5/2008 tentang pedoman penataan bangunan dalam wilayah kota Samarinda.

"Ya bangunan ini selain melanggar sepadan, berdiri di atas drainase, dan dibangun di atas lahan yang bukan miliknya," ucap Agus saat ditemui di lokasi pembongkaran.

Baca juga: BREAKING NEWS Pemkot Samarinda Bongkar Kios di Sepanjang Jalan Ahim Sempaja Selatan

Baca juga: Pemilik Kios Sempat Menolak, Satpol PP Tetap Lanjutkan Pembongkaran di Gang Ahim Samarinda Utara

Baca juga: Anggota DPRD Samarinda Bongkar Penyebab Banjir, Jasno Karena Alih Fungsi Lahan juga Curah Hujan

Pemkot Samarinda mengindikasikan dengan adanya bangunan kios di atas saluran air sepanjang Gang Ahim tersebut dapat menghambat aliran air drainase tersebut.

"Untuk PUPR juga sudah sampaikan surat yang pertama dan kedua kepada pemilik kios, untuk surat ketiganya dari Satpol PP yang mengimbau untuk dilakukan pembongkaran mandiri," sambung Agus.

Karena instruksi pembongkaran mandiri tersebut tidak diindahkan, maka pemkot memutuskan untuk dilakukan pembongkaran pada hari ini.

Sebanyak 33 kios yang biasanya menjual aneka makanan dan minuman di wilayah tersebut di runtuhkan oleh petugas gabungan dari beberapa OPD Pemkot Samarinda.

"Personel yang diturunkan hari ini dari Satpol PP 82 orang, PUPR 35 orang, DLH, 55 orang, ditambah TNI dan Polri sekitar 75 orang dan Linmas kecamatan 15 orang," ujar kepala Satpol PP Kota Damarinda M. Darham pada kesempatan yang sama. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved