Breaking News:

Bongkar Kios di Samarinda

Pemilik Kios Sempat Menolak, Satpol PP Tetap Lanjutkan Pembongkaran di Gang Ahim Samarinda Utara

Pembongkaran kios pedagang di Gang Ahim, Jalan PM Noor, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara dilakukan Pemkot Samarinda Selasa (14/9/2021)

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Pembongkaran bangunan kios di Gang Ahim, jalan PM Noor, Sempaja Selatan, Samarinda Utara, Selasa (14/9/2021). TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pembongkaran kios pedagang di Gang Ahim, Jalan PM Noor, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara dilakukan Pemkot Samarinda Selasa (14/9/2021).

Pembongkaran oleh Satpol PP Samarinda beserta petugas pengawas bangunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tersebut sempat ditolak oleh warga pemilik bangunan kios.

Pemilik kios sempat terlibat adu mulut dengan petugas yang hendak merubuhkan kios yang berdiri di atas saluran drainase sepanjang Gang Ahim tersebut.

Beberapa di antara pemilik kios pun sempat memarahi hendak melakukan perlawanan namun segera dapat ditenangkan oleh aparat kepolisian yang turut mengamankan pembongkaran.

Beberapa perwakilan pedagang juga berupaya melakukan negosiasi dengan pimpinan Satpol PP Samarinda yang berada di tempat untuk sekiranya dapat menunda pembongkaran.

Baca juga: BREAKING NEWS Pemkot Samarinda Bongkar Kios di Sepanjang Jalan Ahim Sempaja Selatan

Baca juga: Anggota DPRD Samarinda Bongkar Penyebab Banjir, Jasno Karena Alih Fungsi Lahan juga Curah Hujan

Baca juga: Sindikat Perampok Rumah Kosong Samarinda Dibongkar Polisi, Modal Obeng dan Sajam Saat Beraksi

Negosiasi berjalan alot, namun akhirnya sebanyak 33 kios semi permanen di sepanjang Gang Ahim tersebut tetap dibongkar oleh aparat dengan pengamanan yang ketat oleh kepolisian.

"Ini kegiatan dari Pemkot Samarinda juga, pembongkaran bangunan di atas parit di Gang Ahim ini juga sudah tertunda beberapa waktu, jadi hari ini arahan dari walikota pak Andi Harun untuk harus segera dibongkar," ujar M. Darham, kepala Satpol PP Samarinda saat berada di lokasi.

Pembongkaran bangunan kios yang menjual beberapa jenis makanan dan minuman itu disebutkan sebagai upaya pencegahan dampak banjir karena bangunan yang berada di atas saluran air.

Dengan peralatan manual seperti palu, linggis dan gergaji mesin, petugas meruntuhkan bagian-bagian kios yang ada.

"Walikota sebelumnya juga memberikan batas waktu selama tiga bulan, selama itu kita juga surati untuk melakukan pembongkaran mandiri, namun sampai kemarin belum diindahkan oleh pemilik," lanjut Darham menjelaskan.

Baca juga: Pemuda di Samarinda Tewas Diduga Tertimpa Pohon, Tim Inafis Bongkar Identitas Korban

Sementara itu Yonatan, salah satu pemilik kios yang menjual ikan kering di tempat tersebut mengakui sebelumnya negosiasi telah dilakukan oleh perwakilan pedagang dengan pihak pemkot.

Ia juga mengakui bahwa selama ini juga telah menerima surat pembongkaran dari pemkot, namun menurutnya warga merasa pemkot perlu membuktikan bahwa lahan yang ada di daerah tersebut merupakan hak milik pemkot.

"Tempo hari beberapa warga sudah ada yang menghadap wakil walikota, dan pesannya saat itu memberi waktu tiga bulan untuk membenahi agar tidak terlalu kumuh kelihatannya, tetapi oleh pak walikota dikatakan kami tidak nyambung, dan akhirnya ada pembongkaran seperti ini," ujarnya.

Beberapa kios yang ditempati pedagang tersebut diketahui adalah milik pribadi dan beberapa ada yang disewakan.

"Ya kita ingin pemkot juga membuktikan lah, kapan ada pembebasan lahannya disini kalau memang ini hak milik pemkot," tukas Yonatan lebih lanjut. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved