Breaking News:

Berita Paser Terkini

DKISP Paser Silaturahmi dengan Wartawan, Media Massa jadi Corong Informasi Bagi Masyarakat

Setelah dilantik beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Paser.

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Paser, Ina Rosana di dampingi Kabid Komunikasi Informasi Publik Husriansyah, saat menjalin silaturahmi dengan wartawan, yang berlangsung di ruang pertemuan DKISP Paser, Komplek Perkantoran Kilometer 5 Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu (15/9/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Setelah dilantik beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Paser, Hj. Ina Rosana jalin silaturahmi dengan sejumlah wartawan daerah.

Kegiatan juga dihadiri Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Abdul Kadir, yang berlangsung di ruang pertemuan DKISP Paser, Komplek Perkantoran Kilometer 5 Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur pada Rabu (15/9/2021).

Dalam pertemuan tersebut, Ina menekankan, keakraban yang dijalin DKISP dengan wartawan dapat mensukseskan visi Bupati Paser menuju Kabupaten Paser Maju, Adil, dan Sejahtera (Paser MAS).

"Dengan keakraban yang terjalin dengan baik, maka kegiatan pemberitaan di Kabupaten Paser dapat terupdate dengan baik," kata Ina, di dampingi Kabid Komunikasi Informasi Publik Husriansyah.

Baca juga: Sujiati Anggota DPRD PPU Merasa Muyak kepada Wartawan, Teddy Ketua AJI Angkat Bicara

Baca juga: Kadisdik Beri Sembako ke Wartawan Samarinda yang Isolasi Mandiri di Kantor PWI Kaltim

Baca juga: AJI Balikpapan Training Ketenagakerjaan, Cikal Bakal Lahirnya Serikat Pekerja Lintas Media Massa

Disamping itu, Ia juga ingin mengenal lebih dekat para pewarta daerah sembari menyebutkan dalam daftar satu persatu nama dan asal media masing-masing.

"Kalau kita lihat disini ada 18 media, meskipun satu orang ada yang pegang dua media," sebutnya.

Ia juga berpesan, dalam pengolahan berita harus berisikan informasi secara fakta, serta tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Berita yang dimuat tidak boleh memprofokasi apalagi mengandung Sara, ditambah tidak sesuai fakta yang ada di lapangan.

"Silahkan kembangkan kreativitas jurnalistiknya, namun tentu ada rambu-rambu, saya percaya bahwa teman-teman tentu sudah mengerti bagaimana seorang jurnalis bekerja, tentu sesuai kode etik yang ada," jelasnya.

Menurutnya, media harus menjadi corong informasi, baik itu untuk masyarakat maupun Pemerintah.

Baca juga: Singgung Kasus Rapid Antigen Bekas di Bandara Kualanamu, IAI Kaltim Ingatkan Media Massa Soal Ini

Terlebih, jika ada suatu masalah yang terjadi di lingkungan masyarakat, maka media harus mengedepankan independensi dan tidak mengabaikan fakta yang ada di lapangan.

"Media harus menjadi corong informasi, apa yang terjadi di lingkungan masyarkat, jadi fungsinya timbal balik, baik untuk Pemerintah maupun masyarakat itu sendiri," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved