Berita Nasional Terkini
Soal Kritik Lewat Mural dan Poster, Jokowi Minta Kapolri Jangan Berlebihan: Saya Tidak Antikritik
Ramai soal kritik lewat mural dan poster yang bikin heboh karena disikapi reaktif oleh kepolisian. Jokowi pun angkat bicara.
TRIBUNKALTIM.CO - Ramai soal kritik lewat mural dan poster yang bikin heboh karena disikapi reaktif oleh kepolisian.
Hal ini pun membuat Presiden Joko Widodo ( Jokowi) bertindak.
Jokowi menegur langsung Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan menginstruksikan agar polisi tidak berlebihan dalam menyikapi kritik lewat mural atau poster.
Baca juga: Presiden Jokowi Teken Aturan Disiplin PNS, Gubernur Kaltara Sebut Akan Sosialisasi Dulu
Baca juga: Putra Jokowi & Anies Baswedan Saling Puji Penanganan Covid-19, Gibran Tolak Dikaitkan ke Pilgub DKI
Baca juga: NEWS VIDEO Suroto, Peternak yang Bentangkan Spanduk ke Jokowi Diundang ke Istana Presiden
Belum lama ini viral mengenai banyaknya mural dan poster yang berisi kritik ke Pemerintah yang sempat diusut polisi.
Terbaru, polisi juga mengamankan sejumlah masyarakat yang membentangkan poster saat kunjungan Jokowi ke daerah.
Saat menegur Kapolri, Jokowi mendapatkan penjelasan siapa polisi yang berinisiatif melakukan penindakan terhadap kritik tersebut.
Dari informasi Kapolri, kata Jokowi, polisi yang berinisiatif melakukan penindakan berada di level Polsek.
Dilansir dari Kompas.com, Presiden Joko Widodo meminta aparat kepolisian tak berlebihan menanggapi kritik masyarakat terhadap pemerintah yang disampaikan melalui mural.
Ia mengaku sudah sering dihina dan tak mempersoalkan ihwal tersebut.
“Saya minta agar jangan terlalu berlebihan. Wong saya baca kok isi posternya. Biasa saja. Lebih dari itu saya sudah biasa dihina," kata Jokowi dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin redaksi media di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/9/2021), dilansir dari Kompas.TV.
Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak antikritik seperti yang kerap dituduhkan publik.
Bahkan, ia mengatakan, hinaan menjadi makanannya sehari-hari.
"Saya tidak antikritik. Sudah biasa dihina. Saya ini dibilang macam-macam, dibilang PKI, antek asing, antek aseng, planga-plongo, lip service.
Baca juga: KPK Percepat Pemecatan Pegawai Tak Lolos Wawasan Kebangsaan? Novel Baswedan Ingatkan Arahan Jokowi
Itu sudah makanan sehari-hari," ucap Presiden.
Terkait peristiwa penghapusan sejumlah mural kritik oleh pihak kepolisian, Jokowi mengaku telah menegur Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/presiden-joko-widodo-jokowi-bersama-suroto-kanan.jpg)