Minggu, 12 April 2026

Berita Malinau Terkini

Transparansi Program Desa Sarjana Malinau, Tim Seleksi dan Monitoring Dibentuk

Program Desa Sarjana, akan segera dijalankan oleh desa di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD SUPRI
Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus saat ditemui di Kantor Bupati, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Program Desa Sarjana, akan segera dijalankan oleh desa di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.

Program Desa Sarjana merupakan satu dari 5 program inovasi daerah yang dicanangkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia atau SDM.

Secara teknis, pemerintah daerah akan menanggung biaya kuliah mahasiswa yang terpilih menjadi peserta program tersebut dari APBD.

Sebelumnya diberitakan, Mahasiswa di Kabupaten Malinau meminta agar program tersebut diselenggarakan secara transparan dan tepat sasaran, Kamis (16/9/2021).

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di SMP Negeri 2 Malinau, Usai Guru Kini Sasar Peserta Didik

Baca juga: Akses Beasiswa Sulit, Mahasiswa Minta Transparansi Program Desa Sarjana Malinau

Baca juga: Biaya Kuliah Ditanggung Rp 10 Juta Setahun, Program Desa Sarjana Malinau Bakal Dijalankan

Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus menerangkan untuk menjamin efektivitas program, pihaknya telah membentuk tim seleksi dan monitoring program.

Ada tim yang dibentuk untuk menyeleksi siapa yang layak terpilih mengikuti program Desa Sarjana.

"Karena ada indikatornya, syarat hingga kriteria calon. Jumlah anggota tim kurang lebih 11 orang," ujarnya kepada TribunKaltara.com.

Menurutnya, informasi termasuk tahapan seleksi yang diselenggarakan berdasarkan prinsip transparansi.

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Mulai Pekan Lalu di Malinau, Vaksinasi Covid-19 Sistem Jemput Bola

Sehingga masyarakat dapat turut mengawal keberlanjutan program.

Mengenai kandidat peserta program, Ernes Silvanus menerangkan indikator sasaran program disesuaikan dengan potensi desa.

Program ini berkaitan penguatan sektor pendidikan dan SDM desa. Disesuaikan dengan potensi lokal.

Contoh, potensi desanya bidang pertanian, sasarannya bidang yang sama.

"Intinya, apa yang berpotensi di desa, itu yang jadi indikatornya," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved