Berita Malinau Terkini
Program Desa Sarjana di Malinau, Warga Berkesempatan Dapat Bantuan Biaya Kuliah Penuh
Program inovasi daerah Kabupaten Malinau, Desa Sarjana akan diterapkan di 4 wilayah kecamatan
TRIBUNKALTIM.CO,MALINAU - Program inovasi daerah Kabupaten Malinau, Desa Sarjana akan diterapkan di 4 wilayah kecamatan.
Peserta program nantinya akan mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengam bantuan pembiayaan APBD Malinau.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Malinau (DPMD Malinau) Padan Impung menjelaskan, penjaringan calon peserta akan dilaksanakan tahun ini.
Tahun ini, desa-desa di 4 wilayah kecamatan, meliputi Kecamatan Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Barat dan Mentarang.
"Tahap penjaringan akan dilaksanakan tahun ini. Sasarannya adalah desa-desa kecamatan terdekat. Meliputi Kecamatan Malinau Kota, Malinau Barat , Malinau Utara dan Mentarang," ujarnya, Sabtu (18/9/2021).
Baca juga: Minimalisir Risiko Terpapar Covid-19 Selama PTM di Malinau, Siswa Diusulkan tak Bawa Uang Saku
Baca juga: Peserta Didik SMA Negeri 1 Malinau Inginkan Pembelajaran Tatap Muka
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Keberlanjutan Pembelajaran Tatap Muka di Malinau
Menurutnya untuk saat ini, 4 wilayah kecamatan tersebut lebih dulu akan memberlakukan program peningkatan SDM desa tersebut.
Untuk wilayah di pedalaman dan perbatasan, program tersebut akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya.
Secara teknis, Padan Impung menjelaskan peserta program diseleksi berdasarkan kebutuhan dan analisa potensi desa.
"Tahun berikutnya baru akan dilanjutkan di Kecamatan pedalaman dan perbatasan. Penjaringan nanti berdasarkan sejumlah indikator, disesuaikan dengan potensi desa," katanya.
Sasaran peserta program merupakan warga di masing-masing desa yang akan melanjutkan atau sedang menjalani studi di perguruan tinggi.
Baca juga: Transparansi Program Desa Sarjana Malinau, Tim Seleksi dan Monitoring Dibentuk
Tim seleksi dan monitoring nantinya akan dibentuk untuk memantau transparansi penerapan Desa Sarjana di tiap-tiap desa. (*)
