Breaking News:

Berita Berau Terkini

Dinkes Berau Ingatkan Waspada Ancaman DBD di Tengah Pandemi Covid-19

Selain menjaga tidak terpapar dari bahaya Covid-19, Demam Berdarah Dengue (DBD) juga dinilai perlu diwaspadai oleh masyarakat

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi.TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Selain menjaga tidak terpapar dari bahaya Covid-19, Demam Berdarah Dengue (DBD) juga dinilai perlu diwaspadai oleh masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi menjelaskan, memasuki peralihan musim hujan, DBD pun harus sangat diwaspadai.

Diakui Iswahyudi, banyak yang kurang memperhatikan penyakit ini, padahal penyakit ini tak kalah berbahaya dengan Covid-19 yang sedang menjadi fokus masyarakat saat ini.

"Maka itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman demam berdarah. Salah satu cara mencegahnya, yakni dengan menerapkan 3M (menguras, menutup, dan mengubur)," jelasnya kepada TribunKaltim.cCo, Rabu (22/9/2021).

Disebutnya, berdasarkan jumlah kasus hingga per Agustus 2021 ini memang dinilai menurun. Tapi tidak menutup kemungkinkan juga di September nanti menjadi meningkat.

Baca juga: Imbas Pandemi Covid-19, Kasus DBD di Penajam Paser Utara Alami Penurunan, Hanya 7 Orang hingga Juni

Baca juga: Bukan Hanya Daun Pepaya, Ini Makanan yang Ampuh Meredakan Gejala DBD pada Tubuh

Baca juga: 7 Kasus DBD Muncul di Nunukan, Alamat Pasien tak Sesuai KTP Jadi Kendala Medis PKM Sedadap

Itu mengingat kondisi cuaca yang terjadi saat ini bisa memicu angka kasus DBD bertambah.

"Dari data yang ada, tidak terjadi kenaikan kasus yang signifikan. Tapi dengan frekuensi hujan yang terjadi setiap hari, cenderung malah meningkat jika masyarakat tidak waspada," ungkapnya.

Diterangkannya, munculnya penyakit DBD ini juga karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Salah satunya dipicu adanya sampah-sampah yang menjadi media nyamuk berkembang biak. Terlebih baru-baru ini pihaknya juga melakukan fogging atau penyemprotan insektisida untuk membunuh nyamuk.

Cara itu dilakukan sebagai upaya mencegah penyakit yang dapat ditularkan melalui nyamuk.

"Fogging dilakukan setiap kali ada kasus. Artinya baru-baru ini terdapat kasus DBD lagi. Tahun ini memang belum ada kasus yang meninggal akibat DBD. Jadi data kasus yang ada itu hanya angka kesakitan. Temuan mayoritas di Kecamatan Tanjung Redeb," bebernya.

Baca juga: Ternyata Konsumsi Daun Kemangi Berkhasiat Cegah Penyakit Ganas dan Mematikan, Salah Satunya DBD

"Pada dasarnya tingkat kewaspadaan harus pada semua penyakit," lanjutnya.

Iswahyudi juga mengingatkan, penyakit DBD ini tidak memandang siapapun. Baik dewasa maupun anak-anak. Tetapi untuk tingkat bahaya lebih rentan kepada anak-anak. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved