Selasa, 5 Mei 2026

Virus Corona di Kutim

Persiapan PTM Terbatas, SDN 001 Sangatta Utara Kutim Menggelar Simulasi Penerapan Prokes

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mulai mengijinkan penerapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di berbagai satuan pendidikan

Tayang:
Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO
Kegiatan simulasi PTMT di SDN 001 Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Sabtu (25/9/2021). TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mulai mengijinkan penerapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di berbagai satuan pendidikan.

Demi mempersiapkan PTM terbatas, beberapa sekolah mulai menggelar simulasi guna meninjau langsung penerapan protokol kesehatan sebelum kegiatan belajar mengajar secara luring mulai diterapkan.

Salah satunya SDN 001 Sangatta Utara di Jalan KH Agus Salim Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur yang turut menggelar simulasi PTMT tersebut.

Ketua Satgas Covid-19 SDN 001 Sangatta Utara, Sutrisno menjelaskan, bahwa penerapan protokol kesehatan diterapkan mulai dari murid memasuki gerbang sekolah hingga pulang dijemput oleh orang tua.

"Mulai masuk gerbang sekolah, kemudian mencuci tangan, memakai hand sanitizer lalu masuk ke dalam kelas untuk mengikuti kegiatan belajar-mengajar," ujarnya, Sabtu (25/9/2021).

Baca juga: PTM di Kutai Barat, Sekolah Wajib Dapat Rekomendasi dan Menerapkan Prokes Ketat

Baca juga: PTM Terbatas Berlangsung Dua Pekan, Kepsek SMPN 2 Nunukan Sebut Banyak Siswa Minta BDR Karena Ini

Baca juga: Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali Sebut PTM Sudah Diperbolehkan

Di dalam kelas, murid duduk di bangku yang telah disusun berjarak minimal satu meter dan guru memulai pelajaran dengan menyampaikan imbauan protokol kesehatan.

Selain itu, kegiatan belajar-mengajar berlangsung selama 4 jam mulai pukul 8.00 Wita hingga 12.00 Wita tanpa ada jeda istirahat.

Peniadaan jeda istirahat ini dimaksudkan agar meminimalisir waktu-waktu yang berpotensi menjadi ruang bagi murid saling berkerumunan.

"Pembelajaran berlangsung 4 jam kemudian langsung pulang tanpa jeda istirahat, supaya tidak terjadi kerumunan," ujarnya.

Saat pulang, murid akan diatur berbaris dengan jarak dan didampingi oleh guru ketika menuju gerbang keluar sekolah.

Di depan gerbang, orang tua murid akan langsung menjemput, sehingga potensi adanya kerumunan murid selepas pulang sekolah juga dapat diminimalisir.

Dengan skenario protap ini, diharapkan kegiatan belajar-mengajar di SDN 001 Sangatta Utara dapat berjalan dengan baik dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan (penularan Covid-19).

Di kesempatan yang sama, Kepala SDN 001 Sangatta Utara, Jamaluddin mengungkap bahwa kegiatan simulasi yang digelar pihaknya merupakan upaya sekolah dalam mendukung penerapan PTMT.

Baca juga: Antisipasi Muncul Klaster Pendidikan, Disdikbud Bontang Gencar Lakukan Monitoring Prokes selama PTM

Sudah menjadi kewajiban satuan pendidikan dalam mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan kebiasaan baru setelah lebih dari setahun terpaksa terhenti.

"Karena dalam waktu dekat PTMT akan kembali diterapkan, sehingga sekolah perlu dipersiapkan dengan baik," ujarnya.

Kendati demikiam, pihak sekolah tetap  berhati-hati dalam menggelar kegiatan PTMT dengan terlebih dahulu melakukan simulasi kegiatan belajar-mengajar. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved