Breaking News:

Virus Corona di Nunukan

PTM Terbatas Berlangsung Dua Pekan, Kepsek SMPN 2 Nunukan Sebut Banyak Siswa Minta BDR Karena Ini

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SMPN 2 Nunukan sudah berlansung selama dua pekan ini.

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS
PTM terbatas di SMPN 1 Nunukan, belum lama ini.TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SMPN 2 Nunukan sudah berlansung selama dua pekan ini.

Meski begitu, kata Plt Kepala Sekolah SMPN 2 Nunukan, Arbain masih banyak siswa justru meminta kepada gurunya untuk mengizinkan mereka Belajar Dari Rumah (BDR) melalui google classroom.

"Kami mulai PTM terbatas sudah dari minggu lalu. Tapi masih banyak siswa yang justru mau BDR saja. Sebenarnya orang tua mereka setuju. Tapi kadang anak yang lebih dulu menjawab tanpa koordinasi kepada orang tua," kata Arbain kepada TribunKaltim.Co, Rabu (22/09/2021), pukul 14.00 Wita.

"Begitu kami kroscek ke orang tua, mereka setuju aja anaknya PTM terbatas," ucapnya.

Arbain menduga, efek terlalu lama dilakukan BDR selama pandemi ini, sehingga membuat anak enggan untuk ke sekolah lagi.

Baca juga: Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali Sebut PTM Sudah Diperbolehkan

Baca juga: PTM di Samarinda, Kadisdik Ingatkan Orangtua Jangan Lalai Edukasi Anak

Baca juga: Antisipasi Muncul Klaster Pendidikan, Disdikbud Bontang Gencar Lakukan Monitoring Prokes selama PTM

Bahkan, beberapa dari siswa tersebut mengaku selama BDR mereka juga ikut bersama orangtuanya mengikat rumput laut (mabetang).

"Mungkin hampir dua tahun tidak sekolah dan senang di rumah jadi alasannya gitu. Bahkan, ada anak yang sudah divaksin, dia minta BDR karena kerja rumput laut ikut orangtuanya," ujarnya.

Selain itu, beber Arbain, beberapa siswa di SMPN 2 Nunukan yang enggan mengikuti PTM terbatas, akibat menghindari guru kelasnya.

"Ada lagi siswa yang nanya ke gurunya bolehkah BDR saja. Karena malas dinasehatin guru kalau masuk sekolah. Inilah akibat terkena arus pergaulan yang kekinian. Tidak mau diatur sama sekolah," tuturnya.

Arbain menyampaikan, pihak sekolah akan menyikapi hal itu dengan mengutus guru untuk berkunjung ke rumah peserta didik.

Dia menuturkan, meskipun sekolah sudah memulai PTM terbatas namun BDR tetap akan diberikan kepada peserta didik. Mengingat PTM terbatas baru dilaksanakan 90 persen.

"Kami akan samperin ke rumah untuk memberikan pemahaman kepada orang tua termasuk peserta didik. Karena kalau di sekolah guru bisa memberikan pendidikan karakter kepada anak. Meski begitu, BDR tetap kami berikan karena baru 90 persen pelaksanaan PTM terbatas. Ini masih tahap uji coba," ungkapnya.

Baca juga: Persiapan PAUD Gelar PTM, Disdik Berau Akan Tinjau Kesiapan Sekolah dan Lakukan Evaluasi

PTM terbatas di SMPN 2 Nunukan dibagi menjadi dua shift dan beberapa kelas digabung dalam satu ruangan.

"Seperti kelas VII A-C itu digabung, karena jumlah siswa yang sudah divaksin masih sedikit. PTM terbatas kita mulai dari pukul 07.30-09.30 Wita. Durasi satu mata pelajaran hanya 60 menit. Kita belajarnya dari Senin-Kamis, mata pelajaran lainnya kami lakukan dengan BDR," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved