Rabu, 29 April 2026

Virus Corona di Nunukan

Bupati Nunukan Larang Pelajar yang Belum Vaksinasi Ikuti PTM Terbatas

Bupati Nunukan Asmin Laura melarang pelajar yang belum divaksinasi mengikuti Pembelajaran Tatap Muka atau PTM terbatas.

Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS
Bupati Nunukan Asmin Laura meninjau pelaksanaan vaksinasi tingkat SMP/ sederajat di SMPN 1 Nunukan Selatan, Senin (27/9/2021), pagi. TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Bupati Nunukan Asmin Laura melarang pelajar yang belum divaksinasi mengikuti Pembelajaran Tatap Muka atau PTM terbatas.

Hal itu disampaikan Asmin Laura saat meninjau vaksinasi pelajar tingkat SMP/sederajat di SMPN 1 Nunukan Selatan.

Diketahui vaksinasi pelajar kali ini merupakan kerjasama Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas) dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan.

"Saya anjurkan agar siswa yang belum divaksin tidak boleh ikuti PTM terbatas. Cukup Daring saja. Kita khawatir, anaknya belum punya kekebalan tubuh, lalu ke sekolah justru gampang tertular," ujarnya.

"Kami sudah instruksikan kepada dinas terkait agar mengutamakan siswa yang sudah divaksin," kata Asmin Laura kepada TribunKaltara.com, Senin (27/09/2021), pukul 10.30 Wita.

Baca juga: PTM Terbatas Berlangsung Dua Pekan, Kepsek SMPN 2 Nunukan Sebut Banyak Siswa Minta BDR Karena Ini

Baca juga: Puluhan Pelajar SMPN 2 Nunukan tak Diizinkan Ikut Vaksinasi Covid-19 oleh Orangtuanya

Baca juga: Ratusan Pelajar di Nunukan Ikut Vaksinasi Covid-19

Dalam kesempatan itu, Asmin Laura juga mengapresiasi IKA Unhas yang telah bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mensukseskan vaksinasi pelajar.

"Apa yang telah dilakukan oleh IKA Unhas patut kita apresiasi. Karena seiring proses vaksinasi banyak hambatan yang dihadapi oleh Satgas, utamanya mencari sasaran atau target vaksin," ucap Asmin Laura yang juga Ketua IKA Unhas Kabupaten Nunukan.

Menurutnya, saat ini pasokan vaksin di Nunukan sangat banyak, namun pihaknya masih saja kesulitan dalam mencari target vaksinasi.

"Padahal masyarakatnya justru wara-wiri, ke sana-sini. Itulah fakta di lapangan. Tidak semua orang mau divaksin. Terbukti orang tua di sekolah ini, ada sekira 20-an yang menolak anaknya divaksin," ujarnya.

Dia menegaskan kepada Kepala Sekolah dan para guru, dan orang tua untuk menjadi pilar edukasi di lingkungan masyarakat.

Baca juga: Vaksinasi di Nunukan Capai 40 Persen, Dinkes Sebut Masih Jauh dari Target

Bagi dia, vaksinasi itu adalah bentuk ikhtiar pemerintah dalam meminimalisir penyebaran Covid-19.  Bahkan, orang nomor satu di Nunukan itu menyebut 90 persen warganya yang meninggal dunia, belum mendapat vaksin Covid-19.

"Hasil evaluasi kami, 90 persen lebih warga yang meninggal dunia belum divaksin. Dengan berbagai macam alasan. Mungkin masih banyak yang terpengaruh sama hoax yang ada," tuturnya.

Saat ditanyai mengenai vaksinasi pelajar tingkat SD, Asmin Laura menuturkan Pemerintah dalam tahap uji klinis.

"Kita berharap secepatnya ada hasil uji klinis untuk pelajar tingkat SD. Sekarang ini, perlu kita ketahui ada kejenuhan siswa termasuk anak saya karena terlalu lama Daring. Makanya banyak yang minta tatap muka, sepanjang sudah divaksin," ungkapnya.

Sekadar diketahui, vaksinasi tingkat SMP pagi tadi diikuti oleh 700 siswa, yang merupakan gabungan dari SMPN 1 Nunukan Selatan dan SMPK St Gabriel Nunukan. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved