Virus Corona

Mulai Oktober 2021 Naik Pesawat dan Kereta tak Perlu Pakai Aplikasi PeduliLindungi, Begini Caranya

Mulai Oktober 2021 naik pesawat dan kereta tak perlu pakai aplikasi PeduliLindungi. Begini caranya naik pesawat dan kereta api tanpa PeduliLindungi

Editor: Amalia Husnul A
Istimewa Tribunnews.com
Ilustrasi aplikasi PeduliLindungi. Mulai Oktober 2021 naik pesawat dan kereta tak perlu pakai aplikasi PeduliLindungi. Begini caranya naik pesawat dan kereta api tanpa PeduliLindungi 

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan bepergian dengan naik pesawat atau kereta api.

Mulai Oktober 2021, masyarakat yang ingin bepergian dengan menggunakan moda transportasi pesawat dan kereta api tanpa harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Simak cara lengkap naik pesawat dan kereta tanpa aplikasi PeduliLindungi di dalam artikel ini. 

Kebijakan untuk memudahkan masyarakat yang naik pesawat atau kereta api tanpa PeduliLindungi ini disampaikan Chief Digital Transformation Office Kemenkes, Setiaji.

Setiaji menjelaskan, bagi orang yang tidak punya ponsel pintar (smartphone) dan akan melakukan perjalanan udara maupun dengan kereta tetap bisa teridentifikasi statusnya melalui hasil tes swab PCR maupun Antigen dan sertifikat vaksinnya.

Dikutip TribunKaltim.co dari Kompas.com, status tersebut bisa diketahui melalui nomor NIK saat membeli tiket.

"Sudah kami berlakukan di bandara, misalnya di bandara itu bahkan di tiket sudah kita integrasikan.

Baca juga: Apakah Naik Pesawat harus PCR? Syarat Penerbangan untuk Lion Air Group, Citilink & Garuda Indonesia

Baca juga: Persyaratan Terbaru Bagi Penumpang Kereta Api Jarak Jauh dan Dekat, Berlaku hingga 9 Agustus 2021

Baca juga: Awal PPKM, Penumpang Pesawat di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Menurun Signifikan

Kalau naik kereta api itu sudah tervalidasi pada saat pesan tiket, sehingga tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen)," katanya dalam siaran pers dikutip pada laman Kemenkes, Selasa (28/9/2021).

Untuk saat ini, memang naik kereta api jarak jauh maupun dekat, status vaksinasi dan hasil tes swab PCR maupun antigen bisa diketahui melalui aplikasi KAI Access.

Dikutip TribunKaltim.co dari Tribunnews.com di artikel yang berjudul Mulai Oktober, Naik Pesawat dan Kereta Api Tidak Perlu Pedulilindungi, KAI Access adalah aplikasi untuk memesan tiket kereta api serta untuk check-in sebelum naik kereta api.

Saat check-in di loket sebelum naik ke kereta api, otomatis nanti akan muncul status vaksinasi dan juga hasil tes swab PCR maupun antigen.

Baca juga: Fitur PeduliLindungi Bisa Diakses Lewat Aplikasi Lain Mulai Oktober 2021, Kerahasiaan Data Dijamin

Dengan begitu,  tidak perlu mengunduh aplikasi Pedulilindungi karena status vaksinasi sudah terintegrasi dengan data tiket digital di aplikasi KAI Access.

Begitu pula dengan pesawat yang mana data hasil tes dan status vaksinasi bisa terintegrasi dengan tiket pesawat.

Ia menjelaskan, bagi tempat-tempat yang tidak terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, masyarakat bisa memeriksanya secara mandiri di aplikasi PeduliLindungi.

Caranya, dengan memasukkan NIK dan langsung muncul bahwa yang bersangkutan statusnya layak atau tidak untuk masuk ke tempat tersebut.

"'Di PeduliLindungi itu sudah ada fitur untuk self check.

Jadi sebelum berangkat orang-orang bisa menggunakan self-check terhadap dirinya sendiri," ujar Setiaji.

Selain itu, pada Oktober 2021 fitur pada aplikasi PeduliLindungi bisa diakses di aplikasi lain.

Baca juga: Tempat Umum yang Wajib Scan QR Code PeduliLindungi, Ini Cara Mengatasi Bila Error

Hal ini memudahkan pengguna untuk tidak perlu mengunggah aplikasi besutan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dengan alasan memori ponsel yang mulai penuh.

Saat ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan platform-platform digital seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, Link Aja, serta Jaki yang akan terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.

Aplikasi PeduliLindungi juga akan diintegrasikan dengan sistem karantina.

"Ini akan launching di bulan Oktober ini.

Ada proses di mana kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang.

Jadi aplikasi yang paling banyak digunakan itu kan seperti ada Gojek, Grab, Tokopedia dan lain sebagainya Itu bisa digunakan untuk bisa masuk ke berbagai macam fitur yang ada di PeduliLindungi," kata dia.

Meski tidak perlu pakai aplikasi Pedulilindungi, namun kamu yang akan bepergian dengan moda transportasi umum tersebut wajib sudah vaksin minimal dosis pertama dan juga dalam keadaan sehat.

Baca juga: LinkAja Gandeng KAI Service sebagai Pilihan Uang Elektronik, Naik Kereta Api jadi Mudah

Baca juga: NEWS VIDEO VIRAL Kondektur Tenangkan Hati Penumpang Kereta yang Tengah Menangis

Baca juga: Mulai Oktober Naik Pesawat dan Kereta Api Bisa tanpa Aplikasi PeduliLindungi, Cukup NIK KTP

(*)

Artikel terkait Virus Corona Lainnya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved