Berita Berau Terkini

Penanganan Pasien Covid-19 di RSD Talisayan Berau Masih Pakai APD Lengkap

Tenaga kesehatan di RSUD Talisayan, Kabupaten Berau, dalam menangani pasien terkonfirmasi Covid-19.

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Wakil Bupati Gamalis mengunjungi para nakes di RSUD Talisayan, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.  

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Tenaga kesehatan di RSUD Talisayan, Kabupaten Berau, dalam menangani pasien terkonfirmasi Covid-19, masih menggunakan baju hazmat sebagai Alat Pelindung Diri (APD) utama.

Direktur RSUD Talisayan, Nursamsi, menjelaskan itu masih menjadi antisipasi tenaga kesehatan, agar tidak banyak lagi yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Perlu diketahui RSUD Talisayan juga menangani pasien terkonfirmasi covid-19 dengan jumlah maksimal yang dapat ditampung sebanyak 14 kasus dengan gehala berat.

Sementara itu penggunaan APD, telah diatur dari Kementerian Kesehatan menyatakan penggunaan APD berupa baju hazmat tak lagi digunakan saat merawat pasien rumah sakit.

Baca juga: Sudah Berjalan 4 Tahun, Rumah Sakit Daerah Talisayan Kabupaten Berau Masih Mencari Dokter Anestesi

Baca juga: Serapan Anggaran Covid-19 di Berau, Dinilai Cukup Besar untuk RSUD Abdul Rivai

Baca juga: Wabup Berau Gamalis Ingatkan OPD, Jangan Sembarangan Angkat Pegawai Kontrak

“Iya, kami juga sudah mengetahui aturan itu. Kami di sini masih menggunakan APD level 4 untuk menangani pasien,” ungkapnya kepada TribunKaltim.co, Rabu (6/10/2021).

Ia juga mengakui bahwa stok baju hazmat masih tersedia banyak di rumah sakit. Nursamsi mengakui, secara keseluruhan penggunaan APD dan obat-obatan Covid-19 sudah menjadi subsidi dari Pemkab Berau.

Menurut Nursamsi, banyak pertimbangan untuk menggunakan Gown, seperti tenaga penyedia laundry.

Sebab, sifat dari gown itu sendiri, harus digunakan dalam beberapa kali dan tidak sekali pakai.

Baca juga: BKPP Berau Siapkan Ruangan Khusus Bagi Peserta Positif Covid-19 dalam SKD CPNS Perdana

Begitu juga dengan rasa khawatir pihaknya terhadap penularan Covid-19. Jadi mereka memilih untuk mengamankan terlebih dahulu.

Apalagi terdapat gejala pasien banyak yang menunjukkan menyerupai Covid-19 varian Delta.

Kecurigaan itu, yang cukup menjadi antisipasi oleh pihaknya untuk masih menggunakan APD lengkap dan level tertinggi.

“Kami ada wacana juga untuk penggunaan di daerah UGD untuk menggunakan gown. Kalau untuk ruang isolasi masih tetap menggunakan APD lengkap,” tambahnya.

Baca juga: Dinkes Berau Ingatkan Waspada Ancaman DBD di Tengah Pandemi Covid-19

Begitu juga penggunaan APD lengkap masib digunakan saat pihak mereka merujuk pasien Covid-19 ke RSUD Abdul Rivai dengan menggunakan ambulance.

Kendati demikian, pihaknya berwacana akan mengadakan penambahan gown, lantaran pasokan juga harus ditambah, dan dipakai bergantian. Sesuai dengan arahan Pemkab Berau. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved