Breaking News:

Berita Berau Terkini

Jadi Objek Wisata, Kepulauan Derawan Berau Wajib Bebas Rabies

Sebagai daerah wisata unggulan Kabupaten Berau, Kepulauan Derawan diharapkan bebas rabies

TRIBUNKALTIM.CO/HO
Suruveilan melakukan vaksinasi rabies di Pulau Derawan.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Sebagai daerah wisata unggulan Kabupaten Berau, Kepulauan Derawan diharapkan bebas rabies.

Bukan hanya mewaspadai penularan Covid-19, masyarakat juga perlu mewaspadai penyakit menular lain. Salah satunya penyakit rabies.

Bila ditinjau dari aspek perkembangan industri peternakan, dampak rabies mungkin kecil artinya.

Akan tetapi ditinjau dari segi kesehatan masyarakat, serta dari segi sosial ekonomi, maka dampaknya cukup dirasakan, terutama dari segi pariwisata.

“Sampai saat ini sebagian besar provinsi di Indonesia masih tertular penyakit rabies termasuk Kalimantan Timur,” ujar Akhmad Alfaraby Kepala Balai Karantina Pertanian Tarakan kepada TribunKaltim.Co, Jumat (8/10/2021).

Baca juga: Bontang Masuk Daerah Tertular Rabies, Cakupan Vaksin terhadap Hewan Masih 20 Persen

Baca juga: Peringati World Rabies Day, DKP3 Bontang Gelar Vaksinasi Hewan secara Gratis

Baca juga: Populasi Hewan Pembawa Rabies di Kubar Tertinggi di Kalimantan Timur 

Sementara itu, hanya ada 9 provinsi yang bebas rabies yakni Provinsi Kepulauan Riau, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Papua dan Papua Barat.

Kemudian terdapat beberapa pulau di Indonesia yang statusnya bebas historis dan sudah dideklarasikan secara resmi bebas rabies melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian.

Akhmad Alfaraby mengatakan, upaya penetapan status bebas rabies dilaksanakan berdasarkan ketentuan dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) yaitu, diperlukan adanya surveilans dengan hasil tidak ditemukannya kasus pada manusia maupun hewan selama 2 (dua) tahun berturut-turut dan tidak ditemukannya kasus pada hewan karnivora diluar karantina selama 6 (enam) bulan terakhir.

"Karen Pulau Derawan merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara maka Derawan wajib bebas rabies. Makanya kami melakukan penyuntikan kepada hewan hewan peliharan warga,”bebernya.

Sebagai daerah wisata, masyarakat Kepulauan Derawan sangat bergantung pada sektor wisata dalam perputaran ekonominya.

Untuk menjaga wisatawan lokal dan mancanegara aman berkunjung ke Pulau yang terkenal akan keindahan bawah lautnya ini, harus mendapatkan pengakuan bebas penyakit rabies secara formal dan ilmiah.

Dalam rangka membebaskan Kepulauan Derawan dari penyakit Rabies, surveilan dilaksanakan oleh Balai Veteriner Banjarbaru bersama Karantina Pertanian Balikpapan, Karantina Pertanian Tarakan dan pemerintah kabupaten Berau melalui Dinas Pertanian dan Peternakan melakukan surveilan pengendalian rabies.

Baca juga: Sambut Pemindahan IKN, Dinas Peternakan dan Perkebunan Paser Canangkan Terbebas dari Rabies

“Kami sudah mengkaji hasil suruveilan dan program pengendalian nanti jika hasil kajian dapat diterima secara teknis, maka akan dinyatakan dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian apakah Pulau Derawan bebas rabies atau tidak,” tegasnya.

Lanjutnya, surat itu juga nantinya akan menjadi pedoman bagi petugas karantina dalam melakukan tindakan karantina terhadap hewan penular rabies. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved