Breaking News:

Lurah Terlibat Pungli

Hasil Pungli Lurah Sungai Kapih, Polresta Samarinda Sita Uang Rp 678 Juta, Korban Capai Ribuan Orang

Ada banyak barang bukti yang diperlihatkan dalam rilis pengungkapan Operasi Tangkap Tangan (OTT) perkara pungutan biaya Pendaftaran Tanah Sistimatis L

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang diamankan oleh Mapolresta Samarinda dalam kasus pungli yang menyeret Lurah Sungai Kapih dan seorang makelar. TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ada banyak barang bukti yang diperlihatkan dalam rilis pengungkapan Operasi Tangkap Tangan (OTT) perkara pungutan biaya Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap (PTSl) yang dilakukan oleh Lurah Sungai Kapih, Edi Apriliansyah bersama rekannya Rusli, di Mapolresta Samarinda, Senin (11/10/2021) sore ini.

Antara lain 2 buah buku tabungan milik kedua tersangka, 1 buah Kartu ATM, 1 buah telpone seluler, serta ratusan berkas administrasi pendaftaran PTSL.

Selain itu, ada pula uang tunai hasil pungli kedua tersangka dengan rincian berikut:

- Rp 170 juta uang formulir PTSL,

- Uang dari rekening tersangka Rusli sebesar Rp 439 juta,

- Uang dari rekening Lurah Sungai Kapih, Edi Apriliansyah sebesar Rp 45 juta.

Baca juga: Bayar Rp 1,5 Juta per 200 M2, Korban Pungli PTSL di Sungai Kapih Ungkap Oknum PNS dan Lurah Terlibat

Baca juga: Diduga Terlibat Pungli PTSL, Lurah Sungai Kapih dan Seorang PNS Ditangkap, Polisi Segera Beber Kasus

Baca juga: Serahkan Sertifikat Program PTSL, Wabup Imbau Warganya Jangan Dijadikan Agunan Kredit Konsumtif

"Totalnya ada Rp 678.350.000 yang kita amankan," tutur Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman, melalui Wakapolres Samarinda, AKBP Eko Budianto dalam rilisnya.

Ia menyebut, sejauh ini sudah ada 1.485 orang yang menjadi korban kecurangan kedua oknum tersebut.

"Jadi setiap orang wajib membayar Rp 100 ribu untuk pendaftaran awal. Setelah bisa terdaftar, baru tersangka meminta biaya yang sudah ditentukan (Rp 1,5 juta per 200 meter persegi)," bebernya.

Ia menambahkan, aksi curang oknum pejabat kelurahan tersebut terkuak saat banyak masyarakat yang merasa janggal dengan pengurusan PTSL yang dikenakan tarif yang cukup besar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved