Breaking News:

Virus Corona di Nunukan

Refocusing Anggaran Penanganan Covid-19 Tahun 2021 di Nunukan Naik Jadi Rp 80 M

Pemerintah Kabupaten Nunukan melakukan refocusing anggaran untuk pencegahan dan penanggulangan Covid-19 tahun 2021 sebesar Rp 80 miliar.

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTARA.COM/FEBRIANUS FELIS
Bupati Nunukan Asmin Laura. Ia menyampaikan anggaran yang direfocusing lebih dari Rp 80 miliar. TRIBUNKALTARA.COM/FEBRIANUS FELIS 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten Nunukan melakukan refocusing anggaran untuk pencegahan dan penanggulangan Covid-19 tahun 2021 sebesar Rp 80 miliar.

Dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 73 miliar, anggaran refocusing tahun ini terbilang sangat besar.

Saat dimintai keterangan mengenai besaran refocusing Covid-19 tahun 2021 ini, Bupati Nunukan Asmin Laura justru menyampaikan anggaran yang dilakukan refocusing lebih dari Rp 80 miliar.

"Bahkan lebih dari Rp 80 miliar. Karena insentif Nakes aja sudah hampir Rp 40 miliar. Belum lagi kebutuhan penanganan Covid-19 lainnya, termasuk pembangunan fisik yang ada di RSUD," kata Asmin Laura kepada TribunKaltara.com, Senin (11/10/2021).

Lebih lanjut dia menyampaikan, anggaran refocusing untuk penanganan Covid-19, sesuai petunjuk dari pemerintah pusat.

Baca juga: Refocusing Anggaran dan Inovasi Pemerintah Daerah, Minimalisasi Dampak Pandemi Covid-19

Baca juga: Revisi RPJMD Tarakan, Anggaran Refocusing 8% untuk Penanganan Covid, 25% untuk Pemulihan Ekonomi

Baca juga: Pemkot Balikpapan Refocusing Anggaran Rp 93 Miliar untuk Pandemi Covid-19

"Mengenai refocusing sesuai petunjuk dari pemerintah pusat, kita di daerah hanya menyesuaikan. Misalnya DAU (Dana Alokasi Khusus), minimal 8 persen dari DAU kita alokasikan untuk penanganan Covid-19," ucapnya.

"Dan itu kita harus pergunakan sampai akhir tahun. Bukan refocusing kemudian anggarannya kita habiskan sewaktu-waktu. Jadi kita harus sesuaikan kebutuhan prioritas," imbuhnya.

Dia menjelaskan, pemerintah daerah sudah melakukan kegiatan penanganan Covid-19 dari anggaran refocusing tersebut.

"Peruntukan untuk kebutuhan pandemi sudah berjalan seperti pemulihan ekonomi, berupa penyerahan jaring pengaman sosial. Itu sudah kita wujudkan di beberapa waktu yang lalu. Bantuan pasien Isoman yang tergolong kurang mampu dan sebagainya," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved