Breaking News:

Berita Pemprov Kalimantan Timur

Mendes PDTT Sebut Go Borneo Dorong UMKM Kaltim Masuk e-Commerce

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar mengungkapkan sejak diluncurkan pada 14 Mei 2020 lalu

Editor: Diah Anggraeni
Humasprov Kaltim/Arif M
Gubernur Kaltim H Isran Noor dan Menteri Desa PDTT memotong pita peresmian Gernas BBI Go Borneo 2021 di Convention Hall Samarinda, Selasa (12/10/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar mengungkapkan sejak diluncurkan pada 14 Mei 2020 lalu, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) telah mampu mendorong kebangkitan perekonomian rakyat.

"Hingga September 2021, ada sekitar 16 juta unit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sudah masuk dalam platform digital. Semoga ini semakin memberikan manfaat ekonomi sebesar-besarnya bagi masyarakat," kata Abdul Halim saat peluncuran Gernas BBI Go Borneo 2021 di Samarinda Convention Hall, Selasa (12/10/2021).

Baca juga: Gernas BBI Go Borneo 2021 Resmi Diluncurkan, Dukung 30 Juta UMKM Masuk Platform Digital pada 2024

Untuk kegiatan Gernas BBI Kaltim 2021 ini, Abdul Halim menjelaskan, Go Borneo mengakomodasi sekitar 8.000 produk mitra binaan UMKM dan BUMDes yang ada di Kaltim.

Dengan 220 unit UMKM dan BUMDes telah masuk dalam platform e-commerce dan terlibat dalam SMEXPO 2021, hasil kolaborasi dari Kemendes PDTT selaku brand ambassador dan Pertamina selaku top brand, serta didukung penuh Kemenko Marves dan Pemprov Kaltim.

"Sebanyak 220 unit UMKM tersebut telah dikurasi berdasarkan kualitas produk terbaik, bahkan beberapa di antaranya merupakan produk yang layak ekspor," jelasnya.

Ditambahkan, Go Borneo juga telah melibatkan sekitar 1.450 pekerja yang ada dalam UMKM dan BUMDes pada SMEXPO 2021.

Baca juga: Gubernur Kaltim Instruksikan Semua OPD Sukseskan Gernas BBI

Go Borneo membina empat unit BUMDes yang memproduksi lidi sawit, lidi nipah dan arang kayu halaban yang telah diekspor ke beberapa negara seperti Kanada, Kuwait dan menyusul China.

"Untuk penguatan komoditas ekspor dari UMKM dan BUMDes ini kami menggunakan skema pentahelix yaitu kolaborasi antara pemerintah, kampus, pengusaha, perbankan, komunitas dan media dalam upaya menciptakan dan meningkatkan daya inovasi serta berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat," tambahnya. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved