Breaking News:

Virus Corona di Tarakan

Realisasi Vaksinasi Pelajar di Tarakan 3.000 Dosis, Danlantamal XIII Sebut Belum Ada Laporan KIPI

Terhitung enam sekolah menjadi lokasi target sasaran vaksinasi yang digelar Lantamal XIII Tarakan selama September hingga Oktober 2021.

TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH
Tampak aktivitas vaksinasi pelajar di SMAN 2 Tarakan. TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Terhitung enam sekolah menjadi lokasi target sasaran vaksinasi yang digelar Lantamal XIII Tarakan selama September hingga Oktober 2021.

Jika ditotalkan, sekitar 3.000 pelajar yang sudah dilaksanakan vaksinasi selama ini oleh Lantamal XIII Tarakan.

Kegiatan serbuan vaksinasi sendiri sebelumnya sudah pernah menyasar di kalangan maritim, transmigrasi dan selanjutnya terfokus pada kalangan pelajar.

“Ada program pemerintah untuk mempercepat PTM. Oleh karena itu sebagai TNI membantu pemerintah daerah supaya mempercepat program pemerintah,” jelas Danlantamal XIII Tarakan, Laksamana Pertama Edi Krisna Murti.

Ia melanjutkan, program vaksinasi adalah program dari pemerintah pusat. Adapun targetnya sendiri lanjut Laksam Edi Krisna Murti, melihat stok vaksin yang ada saat ini.

Baca juga: Persiapan Pembelajaran Tatap Muka, Wabup Kukar Tinjau Vaksinasi Pelajar

Baca juga: Walikota Andi Harun Tinjau Vaksinasi Pelajar di SMPN 1 Samarinda

Baca juga: Vaksinasi Pelajar di Balikpapan Ditarget Rampung September 2021, Capaian Baru 5,5 Persen

“Ada berapapun kita cepat habiskan. Sehari sampai dua hari kami bisa bermain di angka 1.000-2.000 vaksin,” jelasnya.
Namun lagi-lagi kembali pada ada tidaknya stok vaksin. Sebelumnya juga di wilayah lainnya seperti di Krayan pihaknya juga menjangkau lokasi itu untuk vaksinasi.

“Kalau vaksin banyak maka distribusikan dan disuntikkan ke masyarakat. Selain terbatas juga dilihat juga jumlah penduduk dan jumlah kasus,” bebernya.

Sebelumnya Kaltara masuk zona merah sehingga lanjutnya pemerintah pusat banyak menggelontorkan vaksin untuk Kaltara.

“Sehingga dengan hal ini bisa memeprcepat prosentase vaksin untuk masyarakat Kaltara,” jelasnya.

Adapun persoalan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) lanjut Danlantamal,saat ini belum pernah ada laporan yang masuk ke pihaknya.

“Kami sudah vaksin di Hangtuah, SMA Muhammadiyah, SMP dan SMA Don Bosco dan kemarin SMKN 1. Tidak ada laporan KIPI,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved