Breaking News:

Berita Kubar Terkini

Minimnya Pasokan di Kubar Dinilai Berpotensi Picu Kenaikan Harga Jual di Pedagang BBM Eceran

Beruntung, langkanya stok BBM kali ini tidak memicu terjadinya kenaikan harga BBM dari kalangan pedagang BBM eceran

Penulis: Zainul | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Wakil Bupati Kutai Barat, H. Edyato Arkan didampingi jajarannya saat melakukan sidak di SPBU Barong Tongkok kemarin. TRIBUNKALTIM.CO/HO/Humas Kubar 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR- Pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kutai Barat masih mengalami kelangkaan, bahkan sejumlah stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) terpaksa tutup sementara lantaran kehabisan stok BBM.

Beruntung, langkanya stok BBM kali ini tidak memicu terjadinya kenaikan harga BBM dari kalangan pedagang BBM eceran.

Diketahui kelangkaan BBM ini sendiri terjadi sejak pekan lalu.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat sendiri telah mengambil sikap dengan menyurati pihak PT Pertamina usai melakukan sidak di beberapa SPBU di wilayah Kutai Barat kemarin. 

Surat yang dilayangkan Pemkab Kubar kepada pihak Pertamina itu sendiri berisi terkait permintaan pengiriman stok BBM, dari armada truk ke Kutai Barat lebih diperhatikan lagi mengingat wilayah Kutai Barat merupakan salah satu kawasan yang jauh dari jangkauan kota besar seperti daerah lainnya.

Baca juga: Optimis Capai Herd Immunity, Pemkab Kubar Percepat Vaksinasi Dewasa dan Anak Sekolah

Baca juga: Jaringan Internet di Kubar Gangguan Lagi, Pedagang Online Kesal

Baca juga: Kapal Pengangkut BBM Tiba di Tarakan, Stok Bahan Bakar Minyak Kembali Normal

“Ya jadi kemarin itu kita sudah mengupayakan dengan mengirimi surat kepada Pertamina," kata Wakil Bupati Kutai Barat, H. Edyanto Arkan, Kamis (14/10/2021).

Dalam surat itu kata Edyato Arkan  meminta pertamina untuk menormalkan kembali pasokan pengiriman BBM ke Kutai Barat.

"Apabila tidak dinormalkan kondisi ini sangat memberatkan masyarakat," katanya. 

Menurutnya, masalah tersebut selain dapat mengakibat kenaikan harga jual bahan bakar ditingkat pengecer yang mencapai 2 kali lipat harga normal, namun juga dapat menimbulkan dampak buruk lainnya dimasyarakat.

“Oleh sebab itu secara resmi Pemerintah Kutai Barat sudah menyurati dan membangun berkomunikasi dengan pihak Pertamina untuk dapat menormalkan jumlah armada atau velume pengirimannya,” ungkapnya.

Lebih Lanjut Wakil Bupati Kutai Barat mengatakan, masyarakat tidak menpunyai alternatif lain untuk memperoleh bahan bakar minyak selain hanya kestasiun pengisian bahan bakar umum. 

Baca juga: Pemkab Sidak SPBU dan APMS, Pantau Ketersediaan BBM di Kutai Barat

Sementara APMS juga terbatas maka setidaknya di SPBU sebagai outlet Pertamina yang bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat secara baik, dengan menormalkan jumlah pasokannya.

“Sebelum bulan September kondisi normal, namun menjelang akhir September pasokan mulai berkurang dari kebutuhan biasanya. Karena 2 minggu sebelumnya jumlah kendaraan yang mengirim pasokan ke Kutai Barat berkurang. 

Misalnya, APMS atau SPBU yang sudah menyiapkan pembelian yang cukup  tapi yang diantar hanya 30 %, jika pada kondisi normal tiga unit kendaraan, tetapi jika hanya satu kendaraan tentu memicu kurangnya pasokan,” Jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved