Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Tak Tinggal Diam Dituduh Nazi, Yusril Skak Anak Buah AHY di Demokrat, Bongkar UU Hitler di Zaman SBY

Tak tinggal diam dituduh Nazi, Yusril Ihza Mahendra skak anak buah AHY di Partai Demokrat, bongkar UU Adolf Hitler di zaman SBY

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Yusril Ihza Mahendra menyorot balik politikus Partai Demokrat Benny K Harman 

TRIBUNKALTIM.CO - Advokat Yusril Ihza Mahendra menanggapi tuduhan Nazi yang dialamatkan padanya oleh politikus Partai Demokrat Benny K Harman.

Ketum Partai Bulan Bintang ini menyorot balik Benny K Harman yang merupakan anak buah Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) di Partai Demokrat.

Bahkan, Yusril Ihza Mahendra memertanyakan siapa yang pantas disebut Adolf Hitler, apakah dirinya atau justru Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY).

Diketahui, hubungan Yusril Ihza Mahendra dan Partai Demokrat memanas usai dirinya menjadi kuasa hukum 4 eks kader yang dipecat Partai Demokrat pimpinan AHY.

Sejak saat itu, Yusril kerap menjadi sasaran sorotan para politikus Partai Demokrat.

Baca juga: Hamdan Zoelva Bongkar Strategi Yusril untuk Menang di MA, Demokrat Tuding Ketum PBB Tiru Hitler

Baca juga: Bukan Khusus Lawan Yusril, Demokrat Beber Tugas Hamdan Zoelva, Sindir KLB Kubu Moeldoko Kerumunan

Baca juga: Akhirnya Hamdan Zoelva Beraksi, Bongkar Keanehan di Gugatan Yusril, Demokrat AHY Bukan Termohon

Partai Demokrat sendiri menggandeng Hamdan Zoelva untuk melawan gugatan Yusril Ihza Mahendra di Mahkamah Agung.

Sekadar informasi, Yusrli Ihza Mahendra menggugat AD/ART Partai Demokrat.

Dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel berjudul Yusril Ihza Mahendra: Yang Hitler Itu Saya atau Pak SBY? Advokat empat eks kader Partai Demokrat Yusril Ihza Mahendra menyinggung produk hukum pada masa pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY).

Dia menyebut dua Undang-Undang (UU) era SBY, yaitu UU Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik serta UU Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, yang dipakainya untuk menggugat AD/ART Partai Demokrat, sebagai produk rezim pengikut Adolf Hitler.

Hal itu disampaikan Yusril merespons pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny Kabur Harman yang menuding dirinya menggunakan pendekatan hukum Adolf Hitler atau totalitarian terkait gugatan AD/ART ke Mahkamah Agung (MA).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved